Peningkatan kualitas pembalap sepeda gunung nasional sepanjang ajang 76 Ultimate Downhill 2026 diharapkan menjadi modal untuk menghadapi persaingan tingkat Asia dan dunia. Harapan itu disampaikan pendiri Indonesian Downhill (IDH), Parama Nugroho, dalam keterangan resmi pada Minggu, 1 November 2026.
Menurut Parama, para atlet berprestasi Indonesia saat ini sudah mengalami peningkatan kualitas yang cukup merata. Ia berharap, baik atlet kategori Men Elite maupun Women Elite, dapat berbicara banyak di kejuaraan tingkat Asia maupun dunia pada masa mendatang.
Senada dengan itu, perwakilan penyelenggara 76 Rider, Agnes C. Wuisan, mengatakan perubahan dan inovasi yang dilakukan sepanjang tiga seri bertujuan meningkatkan standar persaingan. Langkah tersebut sekaligus mempersiapkan pembalap nasional menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Tiga seri di tiga bike park
Kompetisi 76 Ultimate Downhill 2026 digelar dalam tiga seri. Seri-seri itu berlangsung di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta; Arjuno Bike Park, Pasuruan; dan Ternadi Bike Park, Kudus.
Seri terakhir di Kudus tercatat dalam kalender Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) dengan klasifikasi Class 1 (C1). Lintasan di Ternadi Bike Park itu memiliki panjang 2.300 meter dengan perbedaan elevasi 325 meter, sebuah trek yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan teknik.
Pada seri pamungkas tersebut, pembalap Khoiful Mukhib menjuarai kelas Men Elite dengan catatan waktu 2 menit 51,612 detik. Namun gelar juara umum musim 2026 jatuh kepada Agung Prio Apriliano, yang mengoleksi 730 poin.
Di belakang Agung, Putra Ganda Arrozak menempati posisi kedua klasemen akhir Men Elite dengan 510 poin, disusul Mohammad Abdul Hakim dengan 400 poin. Persaingan yang rapat di papan atas ini menjadi gambaran meratanya kualitas pembalap nasional yang disebut Parama.
Suggested read: Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026 Imbas Konflik Timur Tengah
Dominasi sempurna di sektor putri
Di sektor putri, Milatul Khaqimah tampil dominan sepanjang musim. Ia memenangi seluruh seri Women Elite dan mengakhiri musim dengan raihan sempurna 600 poin.
Regenerasi juga berjalan lewat kategori junior. Tiga pembalap Men Junior, yakni Dimas Aradhana, Nazwa Agazani, dan Ahmad Nasywa Ridhodin, dijadwalkan naik ke kelas Men Elite pada musim 2027. Mereka merupakan penghuni tiga besar klasemen akhir Men Junior 2026.
Parama memastikan kompetisi 76 Ultimate Downhill akan kembali diselenggarakan pada 2027 dengan sejumlah perubahan dan inovasi. Rincian perubahan tersebut belum disampaikan secara lengkap dalam keterangan yang dikutip, namun arahnya jelas: menjaga tren peningkatan kualitas agar pembalap Indonesia semakin kompetitif di level internasional.
Suggested read: Alex Marquez Pastikan Absen di MotoGP Qatar 2026 demi Operasi Bahu
Apa poin penting dari berita ini?
- Pendiri Indonesian Downhill, Parama Nugroho, berharap peningkatan kualitas pembalap sepanjang 76 Ultimate Downhill 2026 menjadi modal menghadapi persaingan tingkat Asia dan dunia.
- Kompetisi ini digelar dalam tiga seri di Bukit Hijau Bike Park Yogyakarta, Arjuno Bike Park Pasuruan, dan Ternadi Bike Park Kudus, dengan seri terakhir di Kudus tercatat dalam kalender UCI klasifikasi Class 1.
- Khoiful Mukhib menjuarai kelas Men Elite pada seri pamungkas dengan waktu 2 menit 51,612 detik, sementara gelar juara umum musim 2026 diraih Agung Prio Apriliano dengan 730 poin.
- Di sektor putri, Milatul Khaqimah memenangi seluruh seri Women Elite dan mengakhiri musim dengan raihan sempurna 600 poin.
- Tiga pembalap Men Junior, Dimas Aradhana, Nazwa Agazani, dan Ahmad Nasywa Ridhodin, dijadwalkan naik ke kelas Men Elite pada musim 2027, dan kompetisi ini dipastikan kembali digelar pada 2027.


