Menjaga kecukupan cairan tubuh merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan pelari saat mengikuti maraton. Namun, minum air terlalu banyak selama berlari jarak jauh justru dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, salah satunya hiponatremia terkait olahraga atau exercise-associated hyponatraemia. Pelari maraton pun dinilai perlu memahami batas aman minum saat berlari agar tidak terjebak pada kondisi yang berbahaya.
Hiponatremia terkait olahraga adalah kondisi yang ditandai dengan penurunan kadar natrium dalam darah selama atau setelah aktivitas fisik berkepanjangan. Kondisi ini terjadi ketika kadar natrium dalam darah menurun akibat ketidakseimbangan antara asupan cairan, kehilangan cairan, dan kemampuan tubuh untuk membuang kelebihan air. Jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi keadaan darurat medis.
Natrium merupakan elektrolit penting yang membantu menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi normal tubuh. Ketika terlalu banyak air masuk ke dalam tubuh dibandingkan dengan jumlah yang dikeluarkan, konsentrasi natrium dalam darah dapat menurun. Akibatnya, keseimbangan cairan di dalam tubuh terganggu dan berbagai fungsi tubuh dapat terpengaruh.
Konsultan kedokteran perawatan kritis, dr Judhajit Sengupta, menjelaskan bahwa konsumsi cairan berlebihan selama aktivitas fisik berkepanjangan dapat menyebabkan hiponatremia terkait olahraga. Menurutnya, pelari perlu memahami risiko kelebihan asupan cairan atau overhidrasi serta mengetahui cara menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berolahraga. Pernyataan itu disampaikan dr Sengupta dan dikutip dari laman Hindustan Times pada akhir Oktober.
Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan konsumsi air putih, tetapi juga dapat terjadi meskipun seseorang mengonsumsi larutan rehidrasi oral dan sport drink. Penyebabnya, kedua jenis minuman itu mengandung natrium dengan konsentrasi yang lebih rendah dibandingkan konsentrasi natrium dalam darah. Artinya, minum banyak sekalipun dengan minuman olahraga tetap dapat mengencerkan kadar natrium darah jika jumlah cairannya jauh melebihi yang dibutuhkan tubuh.
Bagi pelari maraton, pelajaran dari temuan ini cukup jelas: hidrasi harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, bukan dilakukan secara berlebihan dengan asumsi semakin banyak minum semakin aman. Tubuh kehilangan cairan melalui keringat selama berlari, tetapi kemampuan tubuh membuang kelebihan air juga terbatas, terutama saat aktivitas berlangsung berjam-jam tanpa jeda yang cukup.
Pelari disarankan untuk memahami tanda-tanda awal gangguan keseimbangan cairan dan tidak memaksakan diri mengonsumsi air dalam jumlah besar secara terus-menerus tanpa memperhatikan kondisi tubuh. Minum sesuai rasa haus, memperhatikan warna urine, serta memahami durasi dan intensitas lari yang dijalani menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan.
Di sisi lain, kekurangan cairan atau dehidrasi juga tetap berbahaya bagi pelari, karena dapat mengganggu fungsi jantung dan ginjal. Karena itu, kuncinya bukan memilih antara minum sebanyak-banyaknya atau menahan haus, melainkan menemukan keseimbangan: cukup cairan untuk mengganti yang hilang, tanpa membanjiri tubuh dengan air yang tidak dapat dibuang tepat waktu.
Dengan memahami batas aman minum saat berlari, pelari maraton dapat menikmati olahraga jarak jauh dengan risiko yang lebih kecil. Pengetahuan tentang hiponatremia terkait olahraga ini menjadi bekal penting, terutama bagi pelari pemula yang baru pertama kali menghadapi jarak 42 kilometer dan godaan untuk minum berlebihan di setiap pos hidrasi.
Apa poin penting dari berita ini?
- Pelari maraton perlu memahami batas aman minum saat berlari karena minum berlebihan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
- Hiponatremia terkait olahraga adalah penurunan kadar natrium dalam darah selama atau setelah aktivitas fisik berkepanjangan.
- Kondisi itu terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan cairan, kehilangan cairan, dan kemampuan tubuh membuang kelebihan air.
- Menurut dr Judhajit Sengupta, pelari perlu memahami risiko overhidrasi dan cara menjaga keseimbangan cairan tubuh.
- Kondisi ini juga dapat terjadi meski mengonsumsi larutan rehidrasi oral dan sport drink, karena kadar natriumnya lebih rendah dari darah.


