Martha Stewart mengeluarkan pernyataan setelah kostum Halloween-nya menuai kecaman besar dari penggemar. Mogul media gaya hidup itu berdandan sebagai tunawisma pada malam Halloween, Sabtu lalu, dan pilihan kostumnya dinilai ofensif serta tidak pantas.
Kostum tersebut terdiri atas pakaian compang-camping, riasan wajah yang terinspirasi kotoran, dan sebuah papan bertuliskan bahwa ia lapar dan meminta tolong. Foto kostum yang sempat ia unggah ke Instagram itu segera dihapus setelah menuai reaksi keras.
Pada Minggu, Stewart menyampaikan pernyataan kepada Page Six. Ia mengaku sedih karena kostum Halloween-nya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran tentang persoalan tunawisma yang sangat serius, justru menyinggung banyak orang. Ia menegaskan hal itu sama sekali bukan niatnya.
Tunawisma disebut krisis yang terus berlanjut
Stewart menyebut tunawisma masih menjadi salah satu tantangan terbesar dan krisis yang terus berlangsung di Amerika Serikat. Ia mengatakan sangat peduli terhadap persoalan tersebut dan telah mencurahkan banyak waktu serta upaya untuk mendukung lembaga-lembaga amal yang memerangi persoalan sosial itu.
Ia juga menyatakan tetap berkomitmen untuk terus membuat perbedaan. Pernyataan itu menjadi upayanya meredam kecaman sekaligus menegaskan rekam jejaknya dalam mendukung isu tunawisma.
Pada malam yang sama, Stewart juga membagikan rangkaian foto halamannya yang dihias meriah untuk Halloween. Unggahan itu diberi keterangan tentang malam Halloween dan penantiannya terhadap anak-anak yang datang untuk trick or treat.
Pada hari-hari menjelang Halloween, Stewart tampil dalam acara Today untuk berbagi ide hiburan Halloween. Di media sosial, ia menuliskan sejumlah hidangan yang ia bagikan, termasuk kue keju sarang laba-laba tanpa panggang, minuman witches brew, dan goulash yang menyeramkan. Ia mengaku selalu menikmati berdandan dengan kostum yang menyenangkan dan kreatif ketika jadwalnya yang padat memungkinkan.
Suggested read: Judi Dench Kenang Dukungan Robin Williams Saat Suaminya Berjuang Melawan Kanker
Biopik Stewart sedang disiapkan
Kabar ini muncul di tengah rencana pembuatan biopik tentang Stewart. Aktris Cate Blanchett dilaporkan akan berperan sebagai Stewart dalam film mendatang berjudul Good Thing, yang mengisahkan karier mogul media gaya hidup tersebut. Proyek itu akan disutradarai Janicza Bravo, sutradara film Zola.
Peristiwa kostum Halloween ini menunjukkan betapa sensitifnya persoalan tunawisma di ruang publik. Niat untuk meningkatkan kesadaran bisa berbalik menjadi kecaman ketika cara penyampaiannya dinilai merendahkan orang-orang yang benar-benar mengalami kondisi tersebut.
Suggested read: Reboot Resident Evil Tembus 400 Juta Dolar, Jadi Film Terlaris Sepanjang Sejarah Waralaba
Apa poin penting dari berita ini?
- Martha Stewart menuai kecaman besar setelah berdandan sebagai tunawisma pada malam Halloween, Sabtu lalu, dengan pakaian compang-camping, riasan wajah terinspirasi kotoran, dan papan bertuliskan bahwa ia lapar dan meminta tolong.
- Foto kostum yang sempat ia unggah ke Instagram segera dihapus setelah dinilai ofensif dan tidak pantas oleh penggemar.
- Pada Minggu, Stewart menyatakan kepada Page Six bahwa ia sedih kostumnya menyinggung banyak orang, padahal maksudnya adalah meningkatkan kesadaran tentang persoalan tunawisma yang sangat serius.
- Stewart menyebut tunawisma sebagai salah satu tantangan terbesar dan krisis yang terus berlangsung di Amerika Serikat, persoalan yang sangat ia pedulikan dan telah ia dukung lewat lembaga-lembaga amal.
- Ia menyatakan tetap berkomitmen untuk terus membuat perbedaan, sementara biopik tentang dirinya yang berjudul Good Thing sedang disiapkan dengan Cate Blanchett sebagai pemeran Stewart.


