Sunday, 1 November 2026
Pendidikan

Guru SLB Pidie Jaya Studi Tiru ke SLB Pembina Provinsi Aceh

Rombongan guru SLB Negeri Pidie Jaya berfoto bersama di depan gedung SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh

Sejumlah 42 orang guru dan tenaga kependidikan SLB Negeri Pidie Jaya mengunjungi SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh untuk melakukan studi tiru. SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh merupakan salah satu SLB yang banyak melahirkan prestasi di tingkat nasional dan berlokasi di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Kunjungan yang disambut hangat oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Besar, Ahmad Fazil, M.Pd., dan Kepala SLB Pembina Provinsi Aceh, Yossi Novianti, bersama dewan guru serta tenaga kependidikan, berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kepala SLB Negeri Pidie Jaya, Purnama Putra, M.Pd., kepada media pada Minggu, 1 November 2026, mengatakan kunjungan ini dilakukan guna memperkuat mutu Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) serta berbagi inovasi pembelajaran. “SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh merupakan salah satu sekolah yang mendidik anak-anak berkebutuhan khusus yang sudah melakukan pembelajaran terbaik dan melahirkan banyak prestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Purnama.

Menurutnya, kunjungan strategis ini menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk saling berbagi praktik baik demi meningkatkan mutu sekolah, kemandirian, dan keterampilan vokasional para peserta didik berkebutuhan khusus. Purnama menjelaskan, kunjungan ini bertujuan membangun sinergi demi pendidikan inklusif yang berkualitas, dan pertemuan antara kedua SLB Negeri ini berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan.

Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak berdiskusi intensif mengenai tata kelola sekolah, pengembangan kurikulum adaptif, serta metode pembelajaran inovatif. Diskusi semacam ini penting karena pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak dapat diseragamkan begitu saja: setiap anak memiliki kebutuhan, kecepatan belajar, dan hambatan yang berbeda, sehingga kurikulum harus lentur dan metode harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta didik.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah optimalisasi program keterampilan atau vokasional murid. “Program ini dinilai sangat krusial agar para lulusan SLB nantinya tidak hanya mandiri secara personal, melainkan juga siap berwirausaha dan terserap di dunia kerja,” sebut Purnama. Kemandirian personal saja belum cukup; lulusan perlu dibekali keterampilan yang benar-benar dapat diubah menjadi penghasilan, baik melalui wirausaha maupun bekerja pada pemberi kerja yang inklusif.

Rombongan dari SLB Negeri Pidie Jaya juga berkesempatan melihat langsung fasilitas pendukung serta meninjau proses belajar-mengajar di kelas maupun ruang keterampilan SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh. Pengamatan langsung semacam ini sering kali lebih bermanfaat daripada sekadar membaca laporan, karena rombongan dapat melihat bagaimana penataan ruang, pembagian tugas guru, dan pendampingan peserta didik dijalankan sehari-hari.

Lebih lanjut, Kepala SLB Pidie Jaya ini mengatakan SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh dikenal memiliki berbagai program keahlian yang terintegrasi dari jenjang TKLB, SDLB, SMPLB, hingga SMALB. Jenjang yang berkesinambungan itu memungkinkan peserta didik dibina sejak dini hingga siap memasuki dunia kerja, tanpa putus di tengah jalan karena ketiadaan jenjang lanjutan.

Diharapkannya, melalui studi tiru ini SLB Negeri Pidie Jaya dapat mengadopsi berbagai sistem pengajaran dan pembinaan karakter yang sukses diterapkan di SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh, untuk kemudian diimplementasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik disabilitas di SLB Negeri Pidie Jaya. Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen kuat dari kedua sekolah dalam mendukung visi dan misi Dinas Pendidikan Aceh untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang setara dan berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi dan hubungan silaturahmi yang terus terjaga, diharapkan perhatian terhadap pendidikan khusus di Aceh semakin meningkat. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang bagi anak-anak Aceh untuk terus berkembang, berkarya, dan meraih masa depan yang gemilang,” tandas Purnama.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Sebanyak 42 guru dan tenaga kependidikan SLB Negeri Pidie Jaya melakukan studi tiru ke SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 31 Oktober 2026.
  • Kunjungan disambut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Besar Ahmad Fazil dan Kepala SLB Pembina Provinsi Aceh Yossi Novianti.
  • Kepala SLB Negeri Pidie Jaya Purnama Putra mengatakan kunjungan ini bertujuan memperkuat mutu Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus serta berbagi inovasi pembelajaran.
  • Kedua pihak berdiskusi tentang tata kelola sekolah, kurikulum adaptif, dan metode pembelajaran inovatif, dengan fokus utama optimalisasi program keterampilan atau vokasional murid.
  • SLB Negeri Pidie Jaya berharap dapat mengadopsi sistem pengajaran dan pembinaan karakter SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh, yang program keahliannya terintegrasi dari jenjang TKLB hingga SMALB.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *