Monday, 2 November 2026
Ekonomi

Saham Syariah Dinilai Lebih Tahan Tekanan Pasar, Ini Penjelasan Dirut BEI

Seorang pria berkacamata berbicara kepada wartawan di acara pasar modal dengan latar spanduk Capital Market Journalist Workshop

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menilai saham syariah memiliki daya tahan yang lebih baik ketika pasar modal menghadapi tekanan. Penilaian tersebut didasarkan pada karakteristik produk investasi syariah serta profil investornya yang tidak menggunakan transaksi berbasis bunga maupun fasilitas pinjaman berbunga.

Jeffrey menjelaskan, salah satu faktor yang membuat saham syariah relatif lebih tahan adalah komposisi sektornya. Menurut dia, sektor yang paling banyak mengalami tekanan di pasar modal saat ini adalah sektor keuangan, khususnya perbankan. Sementara itu, saham perbankan tidak termasuk dalam kelompok saham syariah, sehingga tekanan yang dirasakan kelompok ini menjadi lebih kecil.

Selain karakteristik sektor, Jeffrey juga menyoroti perilaku investor syariah. Investor yang memilih instrumen investasi sesuai prinsip syariah tidak melakukan transaksi dengan menggunakan fasilitas margin yang berkaitan dengan bunga. Kondisi tersebut membuat investor syariah tidak menghadapi risiko margin call atau forced sale, yaitu penjualan paksa akibat penggunaan fasilitas pinjaman untuk bertransaksi saham.

Dengan dua penopang itu, Jeffrey menyimpulkan bahwa daya tahan produk maupun investornya yang syariah akan lebih baik di tengah tekanan pasar. Pernyataan ini disampaikan di tengah perhatian pasar terhadap volatilitas dan upaya bursa menjaga kredibilitas indeks sebagai cerminan kondisi pasar modal Indonesia secara objektif.

Jeffrey juga menjelaskan tujuan reformasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), khususnya terkait kebijakan mengeluarkan saham-saham tertentu dari perhitungan indeks. Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) tidak akan diperhitungkan dalam IHSG mulai 2 November 2026. Berdasarkan pengujian historis atau backtest yang dilakukan bursa, pengeluaran saham HSC tersebut tidak akan menyebabkan lonjakan pergerakan indeks.

Bobot saham HSC yang dikeluarkan dari perhitungan indeks akan didistribusikan kembali kepada saham-saham lain yang masih menjadi konstituen IHSG. Dengan mekanisme tersebut, penghapusan saham HSC tidak serta-merta membuat indeks mengalami penurunan tajam. Tujuannya, kata Jeffrey, adalah agar IHSG menjadi lebih kredibel, bukan lebih mudah naik atau lebih mudah turun.

Perkembangan pasar modal syariah sendiri menunjukkan skala yang besar. Hingga 14 Maret 2025, terdapat 666 saham syariah yang tercatat di BEI atau sekitar 70 persen dari total saham yang diperdagangkan. Pasar modal syariah juga mencatat 246 reksa dana syariah, dua exchange traded fund syariah, serta satu efek beragun aset syariah berbentuk surat partisipasi. Kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 57,7 persen dari total kapitalisasi pasar BEI atau setara dengan Rp6.500 triliun.

Meski demikian, tantangan literasi dan inklusi masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2024, indeks literasi pasar modal syariah masih berada di angka 5,48 persen, sedangkan indeks inklusinya baru mencapai 0,37 persen. Dari 246 juta penduduk muslim di Indonesia, jumlah investor syariah baru mencapai sekitar 166 ribu. Kesenjangan ini menjadi alasan mengapa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah terus didorong, agar manfaat investasi berbasis syariah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menilai saham syariah memiliki daya tahan yang lebih baik ketika pasar modal menghadapi tekanan.
  • Sektor yang paling banyak mengalami tekanan di pasar modal saat ini adalah sektor keuangan, khususnya perbankan, yang tidak termasuk dalam kelompok saham syariah.
  • Investor syariah tidak menghadapi risiko margin call atau forced sale karena tidak menggunakan fasilitas margin yang berkaitan dengan bunga.
  • Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tidak akan diperhitungkan dalam IHSG mulai 2 November 2026 demi meningkatkan kredibilitas indeks.
  • Hingga 14 Maret 2025, terdapat 666 saham syariah yang tercatat di BEI atau sekitar 70 persen dari total saham yang diperdagangkan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *