Sebanyak 42 guru dan tenaga kependidikan SLB Negeri Pidie Jaya melakukan studi tiru ke SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat mutu Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) serta berbagi inovasi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Rombongan dari Pidie Jaya disambut hangat oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Besar, Ahmad Fazil, bersama Kepala SLB Pembina Provinsi Aceh, Yossi Novianti, serta dewan guru dan tenaga kependidikan. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan kekeluargaan, mencerminkan semangat kolaborasi antarlembaga pendidikan khusus di Aceh.
Kepala SLB Negeri Pidie Jaya, Purnama Putra, menjelaskan bahwa SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh dipilih karena telah dikenal sebagai sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran terbaik dan melahirkan banyak prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Sekolah ini mendidik anak-anak berkebutuhan khusus dengan program keahlian yang terintegrasi dari jenjang TKLB, SDLB, SMPLB, hingga SMALB. Karena itu, studi tiru ini menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk saling berbagi praktik baik demi meningkatkan mutu sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak berdiskusi intensif mengenai tata kelola sekolah, pengembangan kurikulum adaptif, serta metode pembelajaran inovatif. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah optimalisasi program keterampilan atau vokasional bagi murid. Program ini dinilai sangat krusial agar lulusan SLB nantinya tidak hanya mandiri secara personal, melainkan juga siap berwirausaha dan terserap di dunia kerja.
Rombongan SLB Negeri Pidie Jaya juga berkesempatan melihat langsung fasilitas pendukung serta meninjau proses belajar-mengajar di kelas maupun ruang keterampilan SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh. Pengamatan langsung seperti ini memberi gambaran yang lebih utuh dibandingkan sekadar membaca laporan, karena guru dapat melihat bagaimana pembelajaran adaptif diterapkan, bagaimana guru mengelola kelas dengan kebutuhan yang beragam, dan bagaimana keterampilan vokasional dilatihkan secara bertahap.
Mengapa studi tiru seperti ini penting? Pendidikan khusus menuntut pendekatan yang berbeda dari pendidikan reguler. Setiap peserta didik memiliki kebutuhan, kecepatan belajar, dan potensi yang berbeda, sehingga guru perlu terus memperbarui cara mengajarnya. Dengan belajar dari sekolah yang sudah terbukti berprestasi, SLB Negeri Pidie Jaya berharap dapat mengadopsi sistem pengajaran dan pembinaan karakter yang sukses diterapkan di SLB Pembina, untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik disabilitas di Pidie Jaya.
Kunjungan ini juga menegaskan komitmen bersama kedua sekolah dalam mendukung visi dan misi Dinas Pendidikan Aceh untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang setara dan berkelanjutan. Sebagaimana disampaikan Purnama Putra, melalui kolaborasi dan silaturahmi yang terus terjaga, perhatian terhadap pendidikan khusus di Aceh diharapkan semakin meningkat. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang bagi anak-anak Aceh untuk terus berkembang, berkarya, dan meraih masa depan yang gemilang.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sebanyak 42 guru dan tenaga kependidikan SLB Negeri Pidie Jaya melakukan studi tiru ke SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
- Kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat mutu Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) serta berbagi inovasi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
- SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh dipilih karena telah dikenal sebagai sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran terbaik dan melahirkan banyak prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
- Salah satu fokus utama yang dibahas adalah optimalisasi program keterampilan atau vokasional bagi murid.
- Melalui kolaborasi dan silaturahmi yang terus terjaga, perhatian terhadap pendidikan khusus di Aceh diharapkan semakin meningkat.


