Perusahaan antariksa asal California, Cowboy Space, memperkenalkan roket baru bernama Big Iron yang dirancang dengan cara yang tidak biasa. Roket ini tidak hanya bertugas mengantarkan muatan ke orbit, tetapi tahap atasnya sendiri akan tetap tinggal di orbit dan berubah menjadi pusat data kecerdasan buatan. Rencana ambisius itu diumumkan dalam acara yang diberi nama Big Sky Rising di Palo Alto pada Senin malam, 26 Oktober 2026.
Cowboy Space didirikan pada 2024 dengan nama awal Aetherflux dan dipimpin oleh Baiju Bhatt, salah satu pendiri aplikasi perdagangan saham Robinhood. Perusahaan ini bermaksud mengoperasikan konstelasi 20.000 pusat data kecerdasan buatan di orbit rendah Bumi. Berbeda dengan perusahaan lain yang membeli satelit dan jasa peluncuran secara terpisah, Cowboy akan membangun sendiri satelitnya dan meluncurkannya dengan roket buatannya sendiri.
Roket Big Iron terbuat dari baja tahan karat dengan tinggi 86 meter dan lebar 4,7 meter. Tahap pertamanya dapat digunakan kembali dan digerakkan oleh sembilan mesin Clydesdale, dengan satu mesin Clydesdale tambahan pada tahap atas, konfigurasi yang sama seperti yang dipakai roket andalan Falcon 9 milik SpaceX. Mesin-mesin itu memakai bahan bakar oksigen cair dan metana, dengan masing-masing mesin tahap pertama menghasilkan daya dorong sekitar 300.000 pon. Menurut perusahaan, roket ini dapat membawa lebih dari 15.000 kilogram muatan ke orbit sinkron Matahari.
Bagian paling menarik dari rancangan ini terletak pada tahap atasnya. Setelah mencapai orbit, tahap atas tidak dibuang seperti pada roket konvensional, melainkan membuka diri dan menjadi satelit pusat data. Kulit luar roket berfungsi sebagai radiator yang membuang panas dari cip, sementara amonia yang dibawa sebagai bahan bakar menjadi cairan pendingin. Setelah terbentang penuh, setiap satelit berukuran sekitar 132 meter kali 73 meter, lebih besar dari lapangan sepak bola, dan membawa lima rak cip grafis NVIDIA Vera Rubin dengan kapasitas komputasi sekitar satu megawatt per satelit.
Konstelasi yang direncanakan itu diberi nama Stampede. Karena setiap peluncuran hanya membawa satu satelit, membangun Stampede membutuhkan 20.000 peluncuran, ditambah kemungkinan beberapa ribu peluncuran lagi setiap tahun untuk mempertahankannya. Cowboy pun berencana meluncur sangat sering, beberapa kali dalam sehari, dari kompleks peluncuran yang mereka sebut Trailheads. Perusahaan ini juga menawarkan layanan peluncuran bagi pihak luar lewat layanan Big Iron Express, dan telah mengajukan permohonan ke Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat untuk konstelasi tersebut.
Jadwal yang dipasang perusahaan ini sangat ambisius. Cowboy masih membangun dan menguji mesin Clydesdale, dan menargetkan penerbangan pertama Big Iron pada Desember 2028. Bhatt sendiri mengakui bahwa banyak hal harus berjalan dengan benar agar target itu tercapai, dan target tersebut bukan jaminan. Namun, ia menilai ambisi semacam itu memang menjadi alasan seseorang menjadi wirausahawan.
Sejauh ini, satu-satunya perangkat keras Cowboy yang sudah berada di antariksa adalah Reason-1, yang diluncurkan pada 1 Oktober 2026 lewat misi tumpangan Transporter-18 milik SpaceX untuk mendemonstrasikan pemancaran daya laser dari orbit ke Bumi. Satelit berikutnya, Reason-2, dijadwalkan meluncur pada 2027 untuk menjalankan cip grafis di orbit bagi beban kerja komersial dan pemerintah. Perusahaan ini juga telah menggalang 275 juta dolar AS dalam pendanaan investasi untuk mewujudkan rencana tersebut.
Para pengamat mengingatkan bahwa rencana sebesar ini masih bersifat spekulatif. Belum ada perusahaan mana pun yang mengoperasikan pusat data kecerdasan buatan di orbit, dan permohonan ke regulator barulah langkah perizinan, bukan persetujuan pengerahan. Meski demikian, gagasan mengubah tahap roket menjadi pusat data menunjukkan arah baru dalam industri antariksa, yakni ketika kendaraan peluncur tidak lagi sekadar alat angkut, melainkan menjadi bagian dari infrastruktur komputasi itu sendiri.
Apa poin penting dari berita ini?
- Cowboy Space yang dipimpin pendiri Robinhood, Baiju Bhatt, memperkenalkan roket Big Iron dalam acara Big Sky Rising di Palo Alto pada Senin malam, 26 Oktober 2026.
- Roket baja tahan karat setinggi 86 meter dan selebar 4,7 meter ini memakai sembilan mesin Clydesdale di tahap pertama yang dapat digunakan kembali dan satu mesin di tahap atas.
- Tahap atas Big Iron tidak dibuang, melainkan membuka diri menjadi satelit pusat data berukuran sekitar 132 meter kali 73 meter dengan lima rak cip NVIDIA Vera Rubin dan kapasitas sekitar satu megawatt.
- Konstelasi Stampede yang direncanakan mencakup 20.000 satelit, sehingga membutuhkan 20.000 peluncuran ditambah ribuan peluncuran pemeliharaan setiap tahun dari kompleks Trailheads.
- Penerbangan pertama Big Iron ditargetkan pada Desember 2028, sementara perangkat keras pertama perusahaan, Reason-1, sudah diluncurkan pada 1 Oktober 2026 lewat misi Transporter-18.


