Film horor Indonesia Putri, Jangan Gentayangan Lagi siap menyapa penonton bioskop mulai 5 November 2026. Film garapan sutradara Rizal Mantovani ini mengangkat kisah nyata yang sebelumnya viral lewat siniar Lentera Malam, tentang seorang ibu tunggal bernama Mak Eli dan putri sulungnya, Putri, yang meninggal secara tragis lalu bergentayangan.
Gala premiere film ini digelar di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Acara tersebut menjadi penanda bahwa film produksi MVP Pictures ini sudah siap meluncur ke bioskop di seluruh Indonesia, dengan klasifikasi penonton usia 13 tahun ke atas dan durasi 104 menit.
Ceritanya berpusat pada Mak Eli, yang diperankan Kinaryosih, seorang pengemudi ojek daring yang berjuang menghidupi ketiga anaknya. Kehidupan Mak Eli berubah ketika anak sulungnya, Putri, yang diperankan Kawai Labiba, kembali ke rumah setelah lama pergi. Putri pulang dalam keadaan sudah memiliki seorang bayi dan sedang sakit parah setelah melahirkan.
Kondisi Putri terus memburuk hingga akhirnya ia meninggal dalam keadaan mengenaskan. Sejak saat itu, arwah Putri dikisahkan bergentayangan dan menghantui warga kampung tempat tinggal keluarganya. Warga yang resah mulai mempertanyakan apa yang membuat arwah Putri belum juga pergi dengan tenang, seolah masih ada urusan yang belum selesai.
Selain Kinaryosih dan Kawai Labiba, film ini juga dibintangi Fadi Alaydrus sebagai Wira, Denisha Wahyuni sebagai Alana, serta Matacha Parengkuan, Fatimah Habsy, dan Yeyen Lydia. Naskahnya ditulis Alim Sudio, sementara kursi produser diisi Raam Punjabi. Kisah aslinya dikenal luas setelah ditonton lebih dari 25 juta kali di kanal YouTube Lentera Malam.
Rizal Mantovani memadukan teror supranatural dengan tragedi keluarga dalam film ini. Ia memilih meminimalkan efek visual komputer pada adegan hantu melayang, agar rasa ngeri yang muncul terasa lebih organik dan dekat dengan penonton. Pendekatan itu membuat film ini tidak hanya menjual ketakutan, tetapi juga emosi kehilangan seorang ibu.
Produser Raam Punjabi menekankan sisi edukasi dari film ini, terutama bagi remaja dan orang tua, tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga dan perlindungan diri. Denisha Wahyuni, pemeran Alana, berharap film ini bisa menjadi bahan refleksi bagi anak usia sekolah menengah yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri.
Dengan latar kampung yang diteror arwah gentayangan dan konflik keluarga yang menyayat, Putri, Jangan Gentayangan Lagi menawarkan horor yang bertumpu pada cerita, bukan sekadar kejutan. Penonton yang penasaran dengan akhir kisah Putri bisa menyaksikannya di bioskop mulai 5 November 2026.
Apa poin penting dari berita ini?
- Film horor Indonesia Putri, Jangan Gentayangan Lagi siap tayang di bioskop mulai 5 November 2026.
- Film garapan sutradara Rizal Mantovani ini mengangkat kisah nyata yang sebelumnya viral lewat siniar Lentera Malam.
- Gala premiere film ini digelar di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
- Mak Eli yang diperankan Kinaryosih berjuang menghidupi ketiga anaknya, lalu putri sulungnya Putri yang diperankan Kawai Labiba meninggal secara tragis dan bergentayangan.
- Film produksi MVP Pictures ini berdurasi 104 menit dan diklasifikasikan untuk penonton usia 13 tahun ke atas.


