Saturday, 31 October 2026
Politik

PPP Aceh Buka Suara soal Kader Ketua DPRK Nagan Raya yang Digerebek

Logo Partai Persatuan Pembangunan

DPW PPP Aceh merespons penggerebekan Ketua DPRK Nagan Raya, MRR, yang dilaporkan atas dugaan perselingkuhan. Ketua DPW PPP Aceh, Amiruddin, menegaskan partainya tidak akan melindungi pelanggaran etika yang dilakukan kadernya, dan akan mendalami kasus tersebut dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Sebelumnya, istri sah MRR melaporkan dugaan perselingkuhan ke polisi. Setelah laporan itu, MRR digerebek di kamar rumah dinasnya bersama perempuan berinisial NA. Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Muhammad Rizal membenarkan adanya penggerebekan itu. Perempuan yang diduga sebagai selingkuhan Ketua DPRK Nagan Raya tersebut berinisial NA, warga Banda Aceh. “Untuk selingkuhannya atas nama NA, warga Banda Aceh, sudah diamankan di Unit PPA Satreskrim dan saat ini sedang diperiksa,” ujar AKP Rizal, Kamis (29/10).

Ketua DPW PPP Aceh, Amiruddin, mengaku telah mengetahui informasi tersebut, dan pihak internal partai hingga saat ini belum menerima laporan resmi. “Saya sudah mendengar kabar tersebut yang beredar melalui berita. Namun sejauh ini belum ada laporan resmi yang saya terima,” kata Amiruddin saat dikonfirmasi, Kamis (29/10).

Amiruddin menegaskan DPW PPP Aceh tidak akan pasang badan atau menutup-nutupi perbuatan melanggar etika yang dilakukan oleh kadernya yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Nagan Raya. Kendati demikian, ia menilai peristiwa tersebut sejauh ini berada dalam ranah pribadi sang oknum. “DPW tidak akan melindungi dan menutup mata terhadap tindakan tersebut. Menurut saya, itu persoalan pribadi, ranah personal tiap orang, dan itu oknum,” ujarnya.

Pihaknya akan mendalami dan mempelajari kronologi insiden tersebut dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah lantaran status kasus tersebut masih sebatas dugaan. Selain itu, pihaknya pun memastikan perkara tersebut akan diinformasikan ke DPP PPP. “Kalau terbukti bersalah maka tetap salah, kalau terbukti seperti dugaan karena ini masih dugaan ya,” tegas Amiruddin.

Kasus ini menjadi ujian bagi partai dalam menegakkan disiplin kader. Seorang pejabat publik yang juga memegang jabatan partai tentu memikul tanggung jawab ganda: sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif daerah dan sebagai kader partai yang terikat pada etika organisasi. Sikap DPW PPP Aceh yang menyatakan tidak akan melindungi kadernya, sembari tetap menghormati asas praduga tak bersalah, menunjukkan dua prinsip yang harus berjalan bersamaan: penegakan etika dan penghormatan terhadap proses hukum.

Di sisi lain, proses hukum atas laporan yang masuk tetap berjalan di kepolisian. Pemeriksaan terhadap NA di Unit PPA Satreskrim Polres Nagan Raya merupakan bagian dari pendalaman laporan tersebut. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan polisi dan pendalaman internal partai, termasuk laporan resmi yang nantinya diteruskan ke DPP PPP.

Apa poin penting dari berita ini?

  • DPW PPP Aceh merespons penggerebekan Ketua DPRK Nagan Raya, MRR, yang dilaporkan atas dugaan perselingkuhan oleh istrinya.
  • Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Muhammad Rizal membenarkan penggerebekan itu dan menyebut perempuan berinisial NA, warga Banda Aceh, sudah diamankan dan diperiksa di Unit PPA Satreskrim.
  • Ketua DPW PPP Aceh, Amiruddin, mengaku telah mendengar kabar tersebut melalui berita, namun internal partai belum menerima laporan resmi.
  • Amiruddin menegaskan DPW PPP Aceh tidak akan melindungi dan menutup mata terhadap tindakan melanggar etika oleh kadernya, yang juga menjabat Ketua DPC PPP Nagan Raya.
  • Partai akan mendalami kronologi insiden dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menginformasikan perkara tersebut ke DPP PPP.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *