Para pemain film drama komedi Piye To Kih? menyapa penggemar dalam acara nonton bareng di Platinum Cineplex Sragen pada Senin, 26 Oktober 2026. Sragen menjadi kota kelima dalam rangkaian roadshow film tersebut, setelah sebelumnya singgah di Semarang, Yogyakarta, Magelang, dan Solo, dan sambutan penonton di sana membuat sutradara sekaligus produser Ito Mavin terkejut.
Studio I Platinum Cineplex Sragen tampak berbeda pada hari itu. Kehadiran para pemain film yang dibintangi para komedian Woko Channel itu memantik antusiasme pengunjung, khususnya dari kalangan generasi Z dan milenial. Ito Mavin bahkan menyamar dan duduk di tengah-tengah penonton untuk mengukur respons langsung, dan ia mendapati penonton tertawa, merasa dekat dengan cerita, bahkan ada yang meneteskan air mata.
Kedekatan itu, menurut Ito, tidak lepas dari bahasa yang dipakai film ini. Sekitar 85 persen dialog dalam Piye To Kih? menggunakan bahasa Jawa, dan bahasa yang dipakai warga Sragen dinilai mirip, sehingga banyak penonton merasa ceritanya dekat dengan kehidupan mereka sendiri. Heri Chandra, pemeran tokoh Mukidi, mengaku tidak menyangka penonton Sragen bisa seheboh itu saat menyaksikan penayangan di studio tersebut.
Film produksi Miracle Pictures ini mengisahkan perjalanan Mukidi, seorang pemuda yang bekerja keras demi membuktikan keseriusannya kepada perempuan pujaan hatinya, Bunga, yang diperankan Gabriella Desta. Lamaran Mukidi ditolak karena Bunga menuntut calon suaminya sudah mapan dan setidaknya memiliki rumah. Demi membuktikan diri, Mukidi bersama dua sahabatnya, Gendut dan Penyok, membeli sebuah rumah tua murah seharga dua puluh juta rupiah.
Masalah justru bermula dari rumah tua itu. Rumah tersebut ternyata dihuni Sukma, sosok arwah perempuan misterius yang diperankan Dara Sarasvati dan bersemayam di dalam sebuah boneka. Mukidi yang patah hati mulai menjadikan boneka perempuan itu sebagai pelampiasan, sampai arwah penghuni lama rumah itu menampakkan diri sebagai perempuan cantik. Kisah cinta beda alam itu kemudian dibalut humor segar khas Woko Channel, termasuk kekacauan dari upaya ruqyah yang salah arah.
Selain Heri Chandra, Dara Sarasvati, dan Gabriella Desta, film ini turut dibintangi Devina Aureel dan Lorenzo Gibs. Sutradara Ito Mavin mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama menjadi penggemar Woko Channel, yang kerap ia tonton lewat gawai, dan ia mewujudkan impian untuk mengangkat para talenta lokal tersebut ke layar lebar. Heri Chandra sendiri awalnya ragu saat ditawari bermain film, sampai akhirnya mendapat nasihat dari pengelola Woko Channel, Pak Wo, yang memintanya menjadikan tawaran itu sebagai pengalaman dan memberinya waktu sebulan untuk berpikir. Belum genap sebulan, Heri menerima naskah adegan dari Ito dan memutuskan menerima tawaran itu karena ceritanya dinilai unik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Proses syuting film ini memakan waktu sekitar 20 hari dengan lokasi di sekitar Jabodetabek, dan bertepatan dengan perayaan satu tahun proses produksinya sejak Oktober 2025. Selama syuting, tantangan terberat bagi Heri justru adalah berbahasa Indonesia, karena ia terbiasa berbahasa Jawa dalam keseharian. Sementara itu, film ini juga diperkuat empat lagu karya musisi Lek Dahlan, yakni Piye To Kih? sebagai lagu utama, Sigaran Nyowo, Kelangan, dan Gemati, yang proses pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Roadshow film ini sendiri dirancang melintasi 17 kota ke arah timur, meliputi Semarang, Yogyakarta, Magelang, Solo, Sragen, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Mojokerto, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, dan Tulungagung, dengan puncak acara home premiere di Kediri pada 6 November 2026. Sehari setelah Sragen, film ini juga menggelar pemutaran khusus di NSC Ngawi pada Selasa, 27 Oktober 2026, yang dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. Ia menilai film ini memadukan hiburan dengan pesan moral, khususnya tentang membenahi diri, keikhlasan, perjuangan hidup, dan mempertahankan jati diri. Bagi Mukidi, roadshow di Sam’s Studio Nganjuk pada Jumat, 30 Oktober 2026, juga menjadi kebanggaan tersendiri karena ia dapat membawa nama tanah kelahirannya, Kabupaten Nganjuk, ke tingkat nasional. Setelah rangkaian roadshow itu, Piye To Kih? dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop tanah air mulai 19 November 2026.
Apa poin penting dari berita ini?
- Para pemain film drama komedi Piye To Kih? menyapa penggemar dalam acara nonton bareng di Platinum Cineplex Sragen pada Senin, 26 Oktober 2026.
- Sragen menjadi kota kelima dalam rangkaian roadshow film tersebut, setelah sebelumnya singgah di Semarang, Yogyakarta, Magelang, dan Solo.
- Sekitar 85 persen dialog dalam Piye To Kih? menggunakan bahasa Jawa, sehingga banyak penonton merasa ceritanya dekat dengan kehidupan mereka sendiri.
- Film produksi Miracle Pictures ini mengisahkan perjalanan Mukidi yang membeli sebuah rumah tua murah bersama dua sahabatnya, Gendut dan Penyok, dan rumah tersebut ternyata dihuni Sukma, sosok arwah perempuan misterius yang diperankan Dara Sarasvati.
- Roadshow film ini dirancang melintasi 17 kota ke arah timur, dengan puncak acara home premiere di Kediri pada 6 November 2026.
- Piye To Kih? dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop tanah air mulai 19 November 2026.


