Monday, 2 November 2026
Bollywood

Pengadilan Tinggi Bombay Lindungi Film Ramayana Ranbir Kapoor dan Yash dari Pembajakan

Para pemain dan pembuat film Ramayana berpose di depan latar promosi film Ramayana

Film epik Ramayana yang dibintangi Ranbir Kapoor dan Yash mendapat perlindungan hukum penting menjelang penayangannya. Pengadilan Tinggi Bombay mengabulkan permohonan perlindungan sementara dari para pembuat film, dengan melarang individu tak dikenal dan platform digital merekam, mengunggah, atau menayangkan film tersebut tanpa izin.

Perintah itu dikeluarkan pada Senin, 2 November 2026, oleh Hakim Madhav Jamdar. Hakim Jamdar menyidangkan gugatan pelanggaran hak cipta yang diajukan Godpower Media Private Limited, perusahaan yang memegang hak cipta dan hak eksploitasi film Ramayana di India maupun wilayah luar negeri.

Para pembuat film mengambil langkah ini karena film tersebut akan tayang di bioskop di seluruh dunia pada 5 November mendatang. Mereka ingin mencegah kebocoran atau pembagian konten secara tidak sah sebelum dan sesudah penayangan. Permohonan perlindungan itu tidak hanya mencakup filmnya sendiri, tetapi juga naskah, karakter, cuplikan, lirik, dan rekaman suara yang berkaitan dengan film tersebut.

Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Di hadapan pengadilan, Godpower Media menyampaikan bahwa cuplikan dari kedua trailer film tersebut sebelumnya sempat direkam secara diam-diam dan diedarkan di internet, meski pemutaran cuplikan itu hanya diperuntukkan bagi undangan. Pengalaman itu memperkuat alasan perusahaan untuk meminta perlindungan sebelum film benar-benar dirilis.

Hakim Jamdar mengakui kekhawatiran tersebut dan menilai ada risiko nyata bahwa film atau bagian-bagiannya direkam lalu diunggah, ditayangkan, atau dikomunikasikan kepada publik melalui berbagai platform tanpa izin. Dalam pertimbangannya, penggugat memiliki kekhawatiran yang nyata dan berdasar bahwa film atau bagian-bagiannya akan direkam dan diunggah, ditayangkan, atau dikomunikasikan kepada publik di berbagai platform.

Yang membuat perintah ini kuat adalah jangkauannya. Perintah pengadilan tidak hanya ditujukan kepada pihak yang sudah diketahui, tetapi juga kepada individu tak dikenal yang mungkin berupaya mengedarkan film itu secara ilegal. Perintah dinamis terhadap tergugat John Doe ini dinilai penting karena memungkinkan tindakan terhadap pembajak bahkan ketika identitas mereka belum diketahui. Pengadilan juga memperhatikan praktik konten bajakan yang muncul kembali lewat situs cermin setelah dihapus, sehingga perlindungan harus bisa mengikuti pola peredaran itu.

Pengadilan juga mengarahkan penyedia layanan internet dan platform media sosial untuk menghapus konten bajakan begitu para pembuat film memberitahukannya. Dalam persidangan, pengacara yang mewakili Google LLC dan platform media sosial lainnya tidak menentang permohonan perusahaan tersebut dan menyampaikan bahwa mereka akan menindaklanjuti keluhan pembajakan. Godpower Media harus membagikan tautan-tautan yang memuat salinan atau klip tanpa izin kepada platform dan penyedia layanan internet terkait, yang kemudian wajib memblokir atau menghapus konten itu.

Ramayana disutradarai Nitesh Tiwari dan dibintangi Ranbir Kapoor sebagai Rama, Sai Pallavi sebagai Sita, Yash sebagai Rahwana, Sunny Deol sebagai Hanuman, dan Ravie Dubey sebagai Laksmana. Film ini diproduksi Prime Focus Studios milik Namit Malhotra bekerja sama dengan DNEG dan Monster Mind Creations milik Yash.

Anggaran film ini termasuk yang terbesar dalam sejarah perfilman India. Menurut laporan Bar and Bench yang dikutip dalam persidangan, bagian pertama Ramayana dibuat dengan anggaran 2.000 crore rupee, sedangkan kedua filmnya bersama-sama menelan biaya 4.000 crore rupee. Angka itu menjelaskan mengapa para pembuat film begitu serius melindungi karya mereka dari pembajakan.

Epos dua bagian ini dijadwalkan tayang di seluruh dunia pada 5 November, dengan bagian kedua direncanakan untuk Diwali 2027. Film ini akan hadir dalam bahasa Hindi, Tamil, Telugu, Kannada, dan Malayalam, serta ditayangkan dalam format IMAX dan format premium lainnya. Sony Pictures menangani distribusi internasional di luar India, sementara Dharma Productions akan mendistribusikan film ini di pasar berbahasa Hindi.

Dengan perlindungan pengadilan ini, para pembuat Ramayana kini memiliki dasar hukum yang lebih kuat untuk bergerak cepat begitu muncul salinan ilegal. Bagi penonton, pesannya jelas: film ini dimaksudkan untuk disaksikan di bioskop, bukan lewat rekaman atau unggahan tanpa izin yang beredar di internet.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Film epik Ramayana yang dibintangi Ranbir Kapoor dan Yash mendapat perlindungan hukum penting menjelang penayangannya.
  • Pengadilan Tinggi Bombay mengabulkan permohonan perlindungan sementara dari para pembuat film, dengan melarang individu tak dikenal dan platform digital merekam, mengunggah, atau menayangkan film tersebut tanpa izin.
  • Perintah itu dikeluarkan pada Senin, 2 November 2026, oleh Hakim Madhav Jamdar dalam gugatan yang diajukan Godpower Media Private Limited.
  • Para pembuat film sebelumnya melaporkan cuplikan dari kedua trailer film sempat direkam secara diam-diam dan diedarkan di internet.
  • Pengadilan juga mengarahkan penyedia layanan internet dan platform media sosial untuk menghapus konten bajakan begitu para pembuat film memberitahukannya.
  • Ramayana disutradarai Nitesh Tiwari dan dijadwalkan tayang di seluruh dunia pada 5 November, dengan bagian kedua direncanakan untuk Diwali 2027.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *