Sunday, 1 November 2026
Nanggroe

Pemkab Aceh Timur Bangun Ulang Jalan Rusak Banjir Rp4,8 Miliar di Peureulak

Alat berat pemadat jalan memadatkan aspal segar di ruas jalan baru

IDI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur membangun kembali jalan di kawasan Seuneubok Pempeng, Kecamatan Peureulak, yang terdampak banjir dan mengalami kerusakan parah dengan anggaran mencapai Rp4,8 miliar. Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari penanganan infrastruktur pascabencana banjir di daerah itu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Timur, Zubir, mengatakan jalan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir akhir November tahun lalu. Pembangunan jalan tersebut diusulkan dalam program pascabencana agar akses masyarakat dapat kembali lancar.

Zubir menjelaskan pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp4,8 miliar. Pekerjaan mulai dilaksanakan pada Agustus dan telah selesai pada September. Peningkatan jalan dilakukan dengan pengaspalan menggunakan spesifikasi Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC), dengan panjang penanganan mencapai 1.130 meter dan lebar badan jalan empat meter.

Dari sisi konstruksi, pekerjaan juga mencakup lapisan fondasi bawah dan fondasi atas atau base B dan base A dengan ketebalan masing-masing 30 sentimeter. Sementara itu, lapisan aspal ditambahkan dengan ketebalan enam sentimeter untuk mendukung kualitas dan kekuatan permukaan jalan.

Menurut Zubir, keberadaan jalan tersebut penting bagi masyarakat karena menjadi penghubung antardesa sekaligus mendukung mobilitas antara Kecamatan Peureulak dan Kecamatan Ranto Peureulak. Jalan yang baik memungkinkan warga bergerak lebih mudah untuk bekerja, bersekolah, dan mengakses layanan pemerintahan maupun kesehatan.

Dengan selesainya pembangunan, diharapkan aktivitas masyarakat, termasuk distribusi barang dan hasil usaha, dapat berjalan lebih lancar. Kelancaran distribusi ini penting bagi perekonomian warga, karena hasil pertanian dan usaha kecil di kawasan tersebut bergantung pada akses jalan yang dapat dilalui setiap hari tanpa hambatan.

Ia berharap penanganan infrastruktur jalan ke depan dapat terus dilakukan secara bertahap, terutama pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan akibat bencana. Penanganan bertahap diperlukan karena kerusakan jalan akibat banjir tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan tersebar di sejumlah ruas yang membutuhkan perhatian sesuai tingkat kerusakannya.

Namun, Zubir mengingatkan pentingnya menjaga kondisi jalan dengan memperhatikan kapasitas beban kendaraan yang melintas. Jalan ini diperkirakan hanya mampu menampung beban sekitar 10 ton. Karena itu, ia berharap kendaraan yang melintas tidak membawa muatan berlebihan, sebab saat ini masih ada kendaraan dengan tonase yang melebihi kapasitas jalan.

Muatan berlebih yang terus melintas berisiko merusak kembali lapisan aspal dan fondasi jalan yang baru selesai dibangun. Jika jalan kembali rusak sebelum waktunya, masyarakat lagi yang menanggung akibatnya berupa akses yang terganggu dan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan pemerintah daerah.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur membangun kembali jalan di kawasan Seuneubok Pempeng, Kecamatan Peureulak, yang terdampak banjir dan mengalami kerusakan parah dengan anggaran mencapai Rp4,8 miliar.
  • Zubir menjelaskan pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp4,8 miliar.
  • Peningkatan jalan dilakukan dengan pengaspalan menggunakan spesifikasi Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC), dengan panjang penanganan mencapai 1.130 meter dan lebar badan jalan empat meter.
  • Menurut Zubir, keberadaan jalan tersebut penting bagi masyarakat karena menjadi penghubung antardesa sekaligus mendukung mobilitas antara Kecamatan Peureulak dan Kecamatan Ranto Peureulak.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *