Upacara terakhir bagi sutradara Sanjay Gupta digelar di Krematorium Pawan Hans, Vile Parle, Mumbai, pada Sabtu, 31 Oktober. Kabar mengenai pengaturan pemakaman itu disampaikan produser sekaligus rekan dekat Gupta, Ashoke Pandit, lewat unggahan di Instagram atas nama keluarga yang berduka.
Dalam pernyataan yang dibagikan Pandit, keluarga menyampaikan duka mendalam atas kepergian sosok yang mereka cintai. Pernyataan itu berbunyi bahwa keluarga dengan berat hati mengabarkan kabar duka atas meninggalnya Sanjay Gupta yang tercinta. Keluarga juga mengonfirmasi bahwa upacara terakhir dan kremasi akan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober, di Krematorium Pawan Hans.
Keluarga turut mengundang para sahabat, kolega, dan simpatisan untuk hadir dan mendoakan sang sutradara dalam perpisahan terakhir. Pesan itu ditutup dengan nama-nama anggota keluarga dan orang-orang terdekat Gupta, sebagai tanda bahwa kepergian ini dirasakan oleh lingkaran yang luas, dari keluarga inti hingga dunia film yang telah lama menjadi rumah keduanya.
Sementara itu, sejumlah anggota industri film tampak mendatangi kediaman Gupta untuk menyampaikan belasungkawa. Kehadiran mereka mencerminkan jaringan pertemanan dan kerja sama yang dibangun Gupta selama bertahun-tahun berkarya di sinema Hindi. Para sineas dan pekerja film yang pernah berkolaborasi dengannya diperkirakan berkumpul di Krematorium Pawan Hans untuk memberikan penghormatan terakhir.
Gupta dikenal lewat keterkaitannya dengan drama aksi dan film kriminal, yang kerap dituturkan dengan gaya bercerita yang bergaya dan pendekatan visual neo-noir. Ia memulai debut penyutradaraannya lewat Aatish: Feel the Fire pada 1994 yang dibintangi Sanjay Dutt, lalu menyutradarai sejumlah judul penting seperti Kaante pada 2002, Shootout at Wadala pada 2013, dan Kaabil pada 2017.
Selama bertahun-tahun, film-film dan kolaborasi Gupta membuatnya menjadi nama yang akrab di industri film Hindi. Kepergiannya menandai kehilangan seorang sineas yang karyanya membentang selama beberapa dekade dan meninggalkan jejak khas dalam sinema komersial Hindi, khususnya dalam genre kriminal dan aksi yang menjadi ciri khasnya.
Pengumuman yang disampaikan lewat Ashoke Pandit itu sekaligus menjadi penanda resmi bagi publik dan industri film tentang waktu dan tempat perpisahan terakhir. Bagi keluarga, kehadiran para sahabat dan kolega di krematorium bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan yang menegaskan betapa luasnya lingkaran orang yang pernah bekerja dan berteman dengan Gupta. Bagi industri film Hindi, momen itu menjadi titik temu antara duka pribadi keluarga dan kehilangan kolektif sebuah dunia kreatif yang telah lama mengenal gaya bercerita sang sutradara.
Apa poin penting dari berita ini?
- Upacara terakhir bagi sutradara Sanjay Gupta digelar di Krematorium Pawan Hans, Vile Parle, Mumbai, pada Sabtu, 31 Oktober.
- Kabar pengaturan pemakaman disampaikan produser Ashoke Pandit lewat unggahan di Instagram atas nama keluarga yang berduka.
- Keluarga mengundang para sahabat, kolega, dan simpatisan untuk hadir dan mendoakan sang sutradara dalam perpisahan terakhir.
- Sejumlah anggota industri film mendatangi kediaman Gupta untuk menyampaikan belasungkawa.
- Gupta dikenal lewat drama aksi dan film kriminal dengan gaya bercerita yang bergaya dan pendekatan visual neo-noir.
- Ia menyutradarai Aatish pada 1994, Kaante pada 2002, Shootout at Wadala pada 2013, dan Kaabil pada 2017.


