Saturday, 31 October 2026
Antariksa

Ledakan GRB 220706A Pecahkan Rekor: Sinar-X Terus Menyala Selama 27 Hari

Ilustrasi ledakan sinar gama di luar angkasa

Para astronom menemukan ledakan kosmik yang memecahkan rekor: sebuah semburan sinar gamma yang mesin pusatnya tetap aktif selama sekitar 27 hari, memancarkan suar sinar-X jauh setelah ledakan awalnya. Temuan yang dipublikasikan pada 26 Oktober 2026 itu disebut sebagai raksasa yang luar biasa di antara ledakan kosmik sejenis, dan yang membuatnya semakin menarik adalah kenyataan bahwa para ilmuwan belum mengetahui apa sebenarnya mesin pusat yang menggerakkannya.

Ledakan pemecah rekor itu dinamai GRB 220706A dan pertama kali terdeteksi pada 6 Juli 2022. Yang membuatnya istimewa adalah suar sinar-X yang muncul sangat terlambat: dalam kerangka diam ledakan itu sendiri, suar tersebut terlihat sekitar 27 hari setelah semburan awal. Padahal, suar sinar-X memang umum menyertai semburan sinar gamma, tetapi selama ini selalu muncul dalam beberapa hari pertama setelah ledakan terdeteksi.

Rekor sebelumnya untuk suar yang tertunda hanya sekitar enam hari setelah semburan. Dengan kata lain, GRB 220706A bertahan sekitar 20 hari lebih lama daripada rekor sebelumnya. Anggota tim peneliti Benjamin Gompertz dari Universitas Birmingham di Inggris menjelaskan bahwa fakta adanya suar pada sekitar hari ke-27 menunjukkan adanya proses aktif yang terus berjalan, sesuatu yang belum pernah terlihat dalam populasi ledakan yang dikenal selama ini.

GRB 220706A termasuk dalam golongan semburan sinar gamma ultra-panjang, yakni ledakan sinar gamma yang langka karena mesin penggeraknya tetap aktif lebih lama. Penyebab ledakan jenis ini masih belum diketahui. Salah satu petunjuk datang dari ledakan ultra-panjang lain yang terdeteksi pada 2011, GRB 111209A, yang dikaitkan dengan supernova yang luar biasa terang dan memiliki bukti jelas adanya mesin pusat. Tim di balik penelitian itu menyimpulkan GRB 111209A digerakkan oleh magnetar, yakni bintang neutron dengan medan magnet yang sangat kuat dan berputar sekitar 1.000 kali per detik.

Supernova yang menyertai GRB 220706A terlihat sangat mirip dengan supernova pada GRB 111209A, sehingga magnetar menjadi salah satu kemungkinan penjelas. Kemungkinan lain adalah tabrakan antara jet semburan dan supernova dengan cangkang materi padat yang dilepaskan menjelang akhir hidup bintang induknya, ketika bintang itu menjadi tidak stabil dan mulai meluruh.

Tim peneliti juga belum yakin bagaimana mesin pusat semburan ultra-panjang ini berbeda dari semburan lainnya dan mengapa ia bisa menyala selama 27 hari. Salah satu kemungkinan adalah bintang induknya jauh lebih besar daripada bintang yang biasanya menghasilkan semburan sinar gamma. Bintang yang lebih besar membutuhkan waktu lebih lama untuk runtuh ke dalam dirinya sendiri, sehingga menyediakan sumber energi yang lebih tahan lama bagi jet. Gompertz memperkirakan dibutuhkan bintang sebesar sekitar 1.000 kali radius Matahari, yang mengarah pada populasi bintang yang dikenal sebagai supergiant biru, karena bintang Wolf-Rayet yang berukuran sekitar 10 kali Matahari pun tidak cukup menjelaskan ledakan ini.

Pertanyaan besar yang tersisa adalah apakah semburan seperti ini termasuk populasi semburan normal atau merupakan jenis peristiwa yang berbeda. Adanya peristiwa kedua dengan supernova yang luar biasa terang, setelah GRB 111209A, menambah bobot gagasan bahwa bintang-bintang ini memang berbeda. Namun persoalannya belum terpecahkan, dan para peneliti menyebut suar yang sangat terlambat ini menantang model tentang bagaimana jet semburan memperoleh dayanya. Akan menarik untuk melihat bagaimana karya teori di masa depan dapat memasukkan sumber daya dari bintang yang runtuh dan mampu bertahan selama sebulan penuh.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Para astronom menemukan ledakan kosmik pemecah rekor yang mesin pusatnya tetap aktif selama sekitar 27 hari.
  • Ledakan itu dinamai GRB 220706A dan pertama kali terdeteksi pada 6 Juli 2022.
  • Suar sinar-X terlihat sekitar 27 hari setelah semburan awal, sementara rekor sebelumnya hanya sekitar enam hari.
  • GRB 220706A termasuk semburan sinar gamma ultra-panjang yang langka dan penyebabnya masih belum diketahui.
  • Salah satu kemungkinan penjelas adalah magnetar, bintang neutron dengan medan magnet yang sangat kuat.
  • Kemungkinan lain adalah bintang induk yang jauh lebih besar, seukuran sekitar 1.000 kali radius Matahari dari golongan supergiant biru.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *