PT Air Minum Jaya (Perseroda) mengatakan masifnya penggunaan air perpipaan berkontribusi dalam memperlambat fenomena penurunan permukaan tanah di Jakarta. Hal itu merupakan hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membandingkan kondisi Jakarta pada rentang 2018 hingga 2025.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin di Bandung, Jumat (30/10), menyebutkan penelitian tersebut menunjukkan volume air yang ada di tanah sudah mulai terisi dan kemudian bisa menahan laju turunnya muka tanah yang ada di Jakarta.
“Terbukti, volume air yang ada di tanah sudah mulai terisi dan kemudian bisa menahan laju turunnya muka tanah yang ada di Jakarta,” kata Arief. Menurut dia, dengan adanya layanan air bersih melalui jaringan pipa, ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah diharapkan semakin berkurang.
“Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwa masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan,” ujar Arief.
Dia menuturkan capaian tersebut membuktikan perluasan jaringan perpipaan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga memiliki dampak terhadap upaya perbaikan lingkungan di Jakarta. Arief pun mengapresiasi jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta atas sinergi yang selama ini terjalin bersama PAM Jaya dalam memperluas akses layanan air perpipaan.
Dia menilai kolaborasi antarlembaga tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih di Jakarta. Arief menegaskan riset itu dilakukan oleh Badan Geologi, bukan oleh PAM Jaya sendiri.
“Ini sesuatu yang secara fakta, bahwa layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset,” tutur Arief.
Berdasarkan data PAM Jaya hingga September 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.222.484 sambungan, dengan total penerima manfaat sekitar sembilan juta jiwa. Sementara itu, cakupan pelayanan air perpipaan tercatat sebesar 83,27 persen.
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, PAM Jaya saat ini memiliki kapasitas suplai air sebesar 23.051 liter per detik (LPS), didukung jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer. Meski demikian, Arief menegaskan perusahaan masih memiliki pekerjaan besar untuk menuntaskan target pelayanan air perpipaan 100 persen pada 2029.
Temuan ini menunjukkan hubungan langsung antara perluasan air perpipaan dan perbaikan kondisi lingkungan kota. Semakin banyak warga beralih dari air tanah ke air perpipaan, semakin besar pula peluang untuk menahan laju penurunan muka tanah Jakarta.
Apa poin penting dari berita ini?
- Masifnya penggunaan air perpipaan berkontribusi memperlambat penurunan permukaan tanah di Jakarta, menurut penelitian Badan Geologi Kementerian ESDM 2018–2025.
- Volume air yang ada di tanah sudah mulai terisi dan bisa menahan laju turunnya muka tanah di Jakarta.
- Dengan layanan air bersih melalui jaringan pipa, ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah diharapkan semakin berkurang.
- Hingga September 2026, pelanggan PAM Jaya mencapai 1.222.484 sambungan dengan penerima manfaat sekitar sembilan juta jiwa dan cakupan pelayanan 83,27 persen.
- PAM Jaya memiliki kapasitas suplai 23.051 liter per detik dan jaringan pipa 13.094 kilometer, dengan target pelayanan 100 persen pada 2029.


