Film drama keluarga Menang untuk Kalah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026. Film ini mengangkat persoalan yang dekat dengan banyak keluarga: gengsi, utang cicilan, dan jalan pintas yang justru menyeret keluarga ke dalam masalah yang jauh lebih dalam.
Film ini disutradarai Hasto Broto dengan naskah yang ditulis Jujur Prananto, penulis yang dikenal lewat film Ada Apa Dengan Cinta? dan Petualangan Sherina. Dengan durasi 116 menit, film ini menyajikan drama keluarga yang sarat emosi dan refleksi kehidupan.
Ceritanya mengikuti Bima, yang diperankan Surya Saputra, seorang kepala keluarga yang tinggal bersama istrinya, Dewi yang diperankan Lulu Tobing, serta dua anak mereka, Reina yang diperankan Putri Ziani dan Rako yang diperankan Ajil Ditto. Demi menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarganya, Bima membeli rumah di klaster mewah dengan cara kredit.
Tak berhenti di situ, Bima juga mengganti barang-barang lama dengan yang baru, lagi-lagi dengan mencicil. Kepalang tanggung, pikirnya. Dewi dan kedua anaknya, yang tidak mengetahui kondisi keuangan keluarga yang sebenarnya, senang dan bangga atas keputusan Bima. Rumah baru, barang baru, dan gaya hidup baru tampak seperti bukti keberhasilan.
Namun pemenuhan hasrat itu perlahan menguras tabungan keluarga. Tumpukan cicilan mulai mencekik, dan di tengah keuangan yang terkuras, berbagai persoalan ikut menghampiri. Tanpa pikir panjang, Bima memilih jalan pintas yang justru membuat situasi semakin runyam: judi online serta jalan pintas lainnya ditempuh demi mendapatkan uang secara cepat.
Keputusan gegabah itu justru membuat keluarganya makin terperosok. Kegembiraan keluarga mereka seketika berubah menjadi kekecewaan, dan keharmonisan rumah tangga yang dibangun selama bertahun-tahun berada di ambang kehancuran. Dewi tampil sebagai sosok yang harus ikut menanggung dampak dari kesalahan pasangannya, dengan konflik batin, keputusasaan, dan perjuangan mempertahankan keluarga di tengah tekanan ekonomi.
Selain para pemain utama, film ini turut dibintangi Allesandrio Reinhard Karamoy sebagai Stefan, serta Tike Priatnakusumah, Beddu, dan Tigor sebagai pemeran pendukung. Menang untuk Kalah hadir sebagai refleksi pahit sekaligus jujur tentang bagaimana satu keputusan keliru dapat meruntuhkan keharmonisan rumah tangga, dan tentang bahaya judi online serta pinjaman online ilegal yang mengancam banyak keluarga. Film ini bisa disaksikan di bioskop mulai 19 November 2026.
Apa poin penting dari berita ini?
- Film drama keluarga Menang untuk Kalah yang disutradarai Hasto Broto dengan naskah Jujur Prananto dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.
- Ceritanya mengikuti Bima, yang diperankan Surya Saputra, yang membeli rumah di klaster mewah dengan cara kredit dan mengganti barang-barang lama dengan yang baru melalui cicilan.
- Dewi, yang diperankan Lulu Tobing, bersama kedua anak mereka, Reina dan Rako, menikmati perubahan gaya hidup itu tanpa mengetahui kondisi keuangan keluarga yang sebenarnya.
- Saat tabungan terkuras dan cicilan mencekik, Bima memilih judi online sebagai jalan pintas, yang justru memperumit persoalan keuangan dan mengancam keharmonisan keluarganya.


