Sutradara Jeremy Saulnier membagikan kisah yang selama ini jarang ia ceritakan tentang film Green Room, dalam sebuah pemutaran film itu di Los Angeles yang digelar sehari setelah Patrick Stewart meninggal dunia pada usia 86 tahun. Alih-alih mempromosikan proyek terbarunya, Saulnier memilih untuk merayakan Stewart, aktor yang menurutnya telah menyelamatkan film tersebut dari pembubaran.
Green Room adalah film thriller tahun 2015 garapan Saulnier yang dibintangi Stewart sebagai Darcy Banker, pemimpin kelompok skinhead neo-Nazi yang dingin dan penuh perhitungan. Film ini berkisah tentang sebuah band punk yang terjebak di sebuah tempat terpencil dan harus berhadapan dengan kelompok tersebut setelah menyaksikan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lihat.
Dalam sambutannya, Saulnier mengaku sedih atas kepergian Stewart, aktor yang telah tiga kali dinominasikan di Golden Globe dan dikenal luas lewat Star Trek serta X-Men. Ia mengatakan bahwa Stewart sebenarnya tidak punya kewajiban untuk mengambil peran dalam film kecil seperti Green Room, sebab sang aktor memiliki banyak pilihan lain yang jauh lebih besar.
Masalah produksi Green Room bermula dari peran Darcy Banker yang belum terisi. Menurut Saulnier, produksi sudah mencapai titik tanpa jalan kembali: dekorasi sudah dibangun, jadwal sudah berjalan, tetapi tokoh antagonis utama belum juga ditemukan. Tanpa pemeran untuk peran itu, produksi nyaris harus dibubarkan dan seluruh dekorasi dibongkar.
Di tengah kebuntuan itu, Stewart secara tiba-tiba menyatakan ketertarikannya pada proyek tersebut. Saulnier menceritakan bahwa dalam waktu sekitar seminggu setelah kabar itu, ia sudah berbicara langsung lewat telepon dengan sang aktor. Begitu Stewart menyatakan kesediaannya, film tersebut langsung mendapatkan lampu hijau dan produksi bisa bergerak maju.
Saulnier menggambarkan momen itu dengan nada penuh syukur. Ia menyebut Stewart datang dari dunia yang jauh di atas skala produksi filmnya, lalu terjun dan menyelamatkan proyek tersebut. Bagi Saulnier, kehadiran Stewart bukan hanya mengisi satu peran, melainkan mengubah nasib seluruh film.
Selama syuting, Stewart juga meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh kru. Saulnier menyebutnya sebagai sosok yang sangat baik dan pemimpin yang ramah di lokasi syuting, seseorang yang tidak pernah menyalahgunakan wibawanya sebagai bintang besar. Kalimat itu ia sampaikan dengan nada haru, sebagai pengakuan atas sikap sang aktor di balik layar.
Satu anekdot kecil yang dibagikan Saulnier memperlihatkan betapa selarasnya Stewart dengan film itu. Sang aktor pernah menghampirinya saat syuting dan meminta izin untuk menambahkan satu kata umpatan singkat dalam sebuah adegan, tepat ketika kamera bergerak mendekatinya. Saulnier langsung mengabulkan permintaan itu, karena ia merasa Stewart sepenuhnya memahami nada dan gaya film yang sedang mereka buat.
Saulnier menutup sambutannya dengan kalimat yang merangkum hubungan keduanya: Stewart adalah alasan mengapa ia masih bisa membuat film hingga hari ini. Tanpa keputusan sang aktor untuk berkata ya pada saat yang paling genting, Green Room mungkin tidak pernah selesai, dan karier Saulnier sebagai sineas bisa berjalan ke arah yang sangat berbeda.
Kisah ini juga menjadi pengingat tentang betapa rapuhnya sebuah produksi film. Satu peran yang belum terisi bisa menghentikan seluruh proyek, dan satu keputusan dari seorang aktor bisa mengubah segalanya. Bagi Saulnier, pemutaran di Los Angeles itu bukan sekadar nostalgia, melainkan penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah menyelamatkan karyanya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Jeremy Saulnier membagikan kisah tentang film Green Room dalam pemutaran di Los Angeles yang digelar sehari setelah Patrick Stewart meninggal dunia pada usia 86 tahun.
- Produksi Green Room nyaris dibubarkan karena peran Darcy Banker belum terisi, padahal dekorasi sudah dibangun dan jadwal sudah berjalan.
- Patrick Stewart secara tiba-tiba menyatakan ketertarikannya pada proyek tersebut, dan dalam waktu sekitar seminggu Saulnier sudah berbicara langsung dengannya lewat telepon.
- Begitu Stewart menyatakan kesediaannya, film tersebut langsung mendapatkan lampu hijau dan produksi bisa bergerak maju.
- Saulnier menyebut Stewart sebagai sosok yang sangat baik dan pemimpin yang ramah di lokasi syuting.
- Saulnier menutup sambutannya dengan menyebut Stewart sebagai alasan mengapa ia masih bisa membuat film hingga hari ini.


