Sunday, 1 November 2026
Teknologi

Init-6 Danai Netra Runtime, Startup RI yang Klaim Inferensi AI Empat Kali Lebih Cepat

Perwakilan perusahaan modal ventura dan perusahaan teknologi berdiskusi dalam sebuah acara peluncuran di Jakarta

Perusahaan modal ventura Init-6 memperkenalkan Netra Runtime, sebuah perusahaan penyedia infrastruktur inferensi kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, sebagai portofolio investasi terbarunya. Investasi ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur AI yang lebih cepat dan efisien untuk menekan biaya operasional.

Init-6 merupakan perusahaan modal ventura yang berfokus pada perusahaan tahap awal dan didirikan oleh dua pendiri Bukalapak, Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono. Investasi pada Netra Runtime diperkenalkan dalam pemaparan kepada media di University Club, Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Netra Runtime merupakan perusahaan infrastruktur inferensi AI yang membantu perusahaan menjalankan model AI melalui unit pemrosesan grafis (GPU) milik sendiri maupun layanan komputasi awan. Inferensi sendiri adalah tahapan ketika model AI menerima instruksi, memproses permintaan, kemudian menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan pengguna.

Founding Partner Init-6, Nugroho Herucahyono, mengatakan perkembangan AI membuat efisiensi pemrosesan menjadi semakin penting. Penggunaan AI kini meluas ke berbagai pekerjaan, termasuk penulisan kode, pembacaan dokumen dalam jumlah besar, dan pelaksanaan tugas secara berkelanjutan oleh agen AI, sehingga biaya komputasi menjadi perhatian utama perusahaan.

Berdasarkan hasil benchmark yang disampaikan perusahaan, Netra mampu menghasilkan empat kali lebih banyak token per detik dibandingkan mesin inferensi sumber terbuka terkemuka dengan GPU yang sama. Perusahaan menyebut peningkatan efisiensi itu berpotensi memangkas waktu pemrosesan dari satu jam menjadi 15 menit.

Angka benchmark tersebut merupakan klaim perusahaan yang disampaikan dalam pemaparan kepada media, bukan hasil pengujian independen yang dipublikasikan bersamaan dengan pengumuman investasi itu. Meski demikian, klaim itu menjadi alasan utama yang dikemukakan Init-6 dalam menilai daya saing teknologi Netra di pasar infrastruktur AI.

Netra menawarkan dua skema layanan. Pertama, penyebaran privat atau private deployment yang menggunakan infrastruktur GPU milik pelanggan, sehingga pengelolaan model dan data tetap berada dalam lingkungan perusahaan. Kedua, layanan Netra Cloud melalui antarmuka pemrograman aplikasi (API) terkelola dengan skema pembayaran berdasarkan penggunaan token.

Teknologi Netra mendukung GPU dari dua produsen utama, yakni AMD dan NVIDIA, sementara layanan API-nya kompatibel dengan OpenAI. Kompatibilitas itu memudahkan perusahaan mengintegrasikan kemampuan inferensi AI ke dalam sistem yang sudah digunakan, tanpa harus membangun ulang seluruh arsitektur aplikasinya.

Nugroho menilai pengalaman lebih dari satu dekade membangun teknologi di Bukalapak mengajarkannya bahwa biaya infrastruktur tidak pernah hanya soal perangkat keras yang dibeli, melainkan seberapa baik perangkat lunak memanfaatkannya. Dalam era AI, pelajaran itu semakin penting karena model yang semakin besar membutuhkan komputasi yang semakin mahal jika tidak dikelola secara efisien.

Perusahaan juga menyebut telah memproses lebih dari 288 miliar token hingga 28 Oktober 2026. Angka itu, jika benar, menunjukkan bahwa teknologi Netra sudah digunakan dalam skala yang cukup besar sebelum investasi Init-6 diumumkan kepada publik.

Nilai investasi yang dikucurkan Init-6 untuk Netra Runtime tidak diungkap dalam laporan yang beredar. Meski demikian, Init-6 menargetkan Netra menjadi infrastruktur AI andalan perusahaan di Indonesia dan pasar global, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai industri kecerdasan buatan.

Bagi perusahaan pengguna AI di Indonesia, kehadiran infrastruktur inferensi lokal yang efisien dapat menjadi alternatif penting. Selain berpotensi menekan biaya, infrastruktur lokal juga memberi pilihan bagi perusahaan yang ingin menjaga kendali atas data dan sistemnya, sambil tetap memperoleh kecepatan pemrosesan yang dibutuhkan untuk layanan digital berbasis AI.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Perusahaan modal ventura Init-6 memperkenalkan Netra Runtime, sebuah perusahaan penyedia infrastruktur inferensi kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, sebagai portofolio investasi terbarunya.
  • Netra Runtime merupakan perusahaan infrastruktur inferensi AI yang membantu perusahaan menjalankan model AI melalui unit pemrosesan grafis (GPU) milik sendiri maupun layanan komputasi awan.
  • Berdasarkan hasil benchmark yang disampaikan perusahaan, Netra mampu menghasilkan empat kali lebih banyak token per detik dibandingkan mesin inferensi sumber terbuka terkemuka dengan GPU yang sama.
  • Netra menawarkan dua skema layanan.
  • Init-6 menargetkan Netra menjadi infrastruktur AI andalan perusahaan di Indonesia dan pasar global, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai industri kecerdasan buatan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *