Kenaikan penghasilan tak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga berkaitan dengan perubahan karakter dan perilaku seseorang. Temuan ini berasal dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin, yang mencoba melihat hubungan antara pengalaman kerja, perubahan penghasilan, dan perkembangan kepribadian seseorang.
Untuk melihat perubahan tersebut, peneliti menggunakan konsep kepribadian Big Five, yang membagi kepribadian ke dalam lima dimensi: kedisiplinan, stabilitas emosi, keramahan, ekstroversi, dan keterbukaan terhadap pengalaman.
Peneliti mengumpulkan data dari 11 penelitian jangka panjang yang dilakukan di Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Norwegia, dan Australia. Secara keseluruhan, penelitian tersebut mencakup hingga 134.515 pekerja dewasa yang diamati selama empat hingga 20 tahun, sehingga perubahannya dapat diamati pada orang yang sama dari waktu ke waktu.
Melalui data tersebut, peneliti dapat mengamati perubahan penghasilan dan kepribadian orang yang sama dari waktu ke waktu. Artinya, penelitian ini tidak sekadar membandingkan orang berpenghasilan tinggi dengan mereka yang berpenghasilan lebih rendah, melainkan melacak perjalanan individu yang sama selama bertahun-tahun.
Hasilnya, kenaikan penghasilan berkaitan dengan perubahan pada empat dari lima dimensi kepribadian Big Five. Orang yang mengalami peningkatan penghasilan cenderung menjadi lebih disiplin dan lebih stabil secara emosional atau tenang ketika menghadapi tekanan, namun menunjukkan sedikit penurunan dalam keramahan dan kecenderungan bersosialisasi.
Peneliti menjelaskan hubungan tersebut melalui konsep socialization effect, yakni proses ketika pengalaman dan lingkungan sekitar ikut membentuk cara seseorang berpikir, bersikap, dan bertindak. Misalnya, seseorang yang mendapat promosi jabatan dan harus mengemban tanggung jawab lebih besar dituntut mengatur pekerjaan dengan lebih rapi, mengambil keputusan penting, serta menghadapi tekanan yang sebelumnya jarang ditemui.
Awalnya, kebiasaan itu mungkin dilakukan semata-mata karena tuntutan pekerjaan. Namun, jika terus berlangsung, seseorang bisa terbiasa bersikap lebih disiplin dan tenang, bahkan di luar lingkungan kerja. Sebaliknya, waktu untuk berkumpul dengan orang lain bisa berkurang, dan peneliti menduga kondisi ini menjelaskan sedikit penurunan keramahan dan kecenderungan bersosialisasi.
Hubungan gaji dan kepribadian ternyata tidak hanya berjalan satu arah. Orang yang semakin teratur dan bertanggung jawab cenderung mengalami peningkatan penghasilan pada periode berikutnya, begitu pula orang yang lebih mampu mengendalikan emosi. Meski demikian, peneliti mengingatkan perubahan kepribadian yang ditemukan cenderung kecil, sehingga kenaikan gaji bukan berarti seseorang langsung berubah total.
Apa poin penting dari berita ini?
- Penelitian di jurnal Psychological Bulletin melihat hubungan pengalaman kerja, penghasilan, dan kepribadian.
- Peneliti memakai konsep Big Five dengan lima dimensi: disiplin, stabilitas emosi, keramahan, ekstroversi, dan keterbukaan.
- Data berasal dari 11 penelitian jangka panjang di lima negara dengan 134.515 pekerja dewasa.
- Kenaikan penghasilan berkaitan dengan perubahan empat dari lima dimensi kepribadian Big Five.
- Perubahan kepribadian yang ditemukan cenderung kecil, bukan perubahan total pada diri seseorang.


