Monday, 2 November 2026
Ekonomi

Bulan Inklusi Keuangan 2026 Buka 27,23 Juta Rekening, OJK Tekankan Literasi Seiring Akses

Suasana acara puncak Bulan Inklusi Keuangan dan Financial Expo di sebuah pusat perbelanjaan di Bandung

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembukaan 27,23 juta rekening keuangan selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Capaian itu diumumkan dalam acara Puncak BIK dan Financial Expo (FinExpo) 2026 di Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyampaikan capaian tersebut dalam acara puncak itu. Menurut OJK, perluasan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan berjalan beriringan dengan kegiatan literasi yang menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Rinciannya, pembukaan rekening itu terdiri atas 7,21 juta rekening perbankan, 2,07 juta rekening pasar modal, 5,38 juta polis asuransi, 2,07 juta rekening perusahaan pembiayaan, 4,63 juta rekening pegadaian, serta 5,87 juta akun perusahaan teknologi finansial. Jika dijumlahkan, keenam kelompok itu menghasilkan angka 27,23 juta rekening.

Di sisi literasi, OJK mencatat 6.446 kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang menjangkau lebih dari 798 ribu peserta di seluruh Indonesia selama Oktober 2026. Kegiatan-kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian BIK yang digelar bersama industri jasa keuangan dan para pemangku kepentingan.

Puncak BIK dan FinExpo 2026 juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, serta perwakilan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, kementerian dan lembaga, pelaku usaha jasa keuangan, asosiasi, dan kelompok kerja inklusi keuangan. Pameran edukasi keuangan itu berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 sebagai bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Dicky menegaskan, perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan. Akses yang meluas tanpa pemahaman yang memadai berisiko membuat masyarakat keliru memilih produk, salah memahami kewajiban, atau terjebak pada tawaran keuangan yang tidak sesuai dengan kebutuhannya.

Rangkaian BIK juga berkaitan dengan pembentukan Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKK) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta pada 22 Oktober 2026. Kehadiran dewan itu dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi perluasan akses keuangan di daerah.

Bagi masyarakat, capaian BIK berarti semakin banyak pintu masuk menuju layanan keuangan formal, mulai dari tabungan di bank, investasi di pasar modal, perlindungan melalui asuransi, pembiayaan dari perusahaan pembiayaan dan pegadaian, hingga layanan teknologi finansial. Layanan formal yang terawasi memberi kepastian aturan, perlindungan konsumen, dan mekanisme pengaduan yang lebih jelas dibandingkan layanan informal.

Meski demikian, OJK mengingatkan agar masyarakat tetap cermat sebelum membuka rekening atau mengambil produk keuangan. Masyarakat perlu memastikan identitas penyelenggara, memahami biaya dan kewajiban, serta tidak tergesa-gesa menandatangani perjanjian yang belum dipahami isinya.

Dengan berakhirnya rangkaian BIK pada 1 November 2026, pekerjaan berikutnya adalah menjaga agar rekening yang sudah dibuka benar-benar digunakan secara sehat. Rekening yang aktif, dipahami fungsinya, dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan jauh lebih bermakna daripada sekadar bertambahnya jumlah rekening di atas kertas.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Otoritas Jasa Keuangan mencatat pembukaan 27,23 juta rekening keuangan selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.
  • Rinciannya, pembukaan rekening itu terdiri atas 7,21 juta rekening perbankan, 2,07 juta rekening pasar modal, 5,38 juta polis asuransi, 2,07 juta rekening perusahaan pembiayaan, 4,63 juta rekening pegadaian, serta 5,87 juta akun perusahaan teknologi finansial.
  • OJK mencatat 6.446 kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang menjangkau lebih dari 798 ribu peserta di seluruh Indonesia selama Oktober 2026.
  • Dicky menegaskan, perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.
  • Pameran edukasi keuangan itu berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 sebagai bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *