Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Relawan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) untuk mitigasi bencana. Pengukuhan itu menjadi bagian dari penguatan peran dan sinergi pentahelix dalam pengurangan risiko bencana di Jember.
Siapa yang dikukuhkan, di mana, dan kapan? Satgas relawan dari kalangan alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) itu dikukuhkan BPBD Kabupaten Jember pada 1 November 2026. Kegiatan pengukuhan dirangkaikan dengan penguatan peran dan sinergi pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, dalam rangka pengurangan risiko bencana.
Apa itu IARMI dan mengapa alumni Menwa dilibatkan? IARMI adalah Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia, wadah para purna anggota Resimen Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Organisasi ini memiliki sayap tanggap bencana yang dikenal sebagai IGANA (IARMI Tanggap Bencana), yang dapat menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat saat terjadi bencana alam. Latar belakang kedisiplinan, jiwa korsa, dan pengalaman pembinaan fisik membuat alumni Menwa dinilai siap mendukung tugas-tugas kebencanaan, mulai dari kesiapsiagaan hingga penanganan darurat.
Mengapa mitigasi menjadi fokusnya, bukan sekadar tanggap darurat? Mitigasi berarti mengurangi risiko sebelum bencana terjadi: memetakan daerah rawan, mengedukasi warga, menyiapkan jalur evakuasi, dan melatih relawan agar tahu apa yang harus dilakukan pada jam-jam pertama. Jember sendiri termasuk wilayah yang rutin menghadapi ancaman hidrometeorologi pada musim hujan, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, sehingga kesiapsiagaan di tingkat komunitas menjadi penentu apakah sebuah kejadian cuaca ekstrem berubah menjadi bencana besar atau bisa dikendalikan dampaknya.
Bagaimana satgas ini akan bekerja? Dengan dikukuhkan secara resmi oleh BPBD, Satgas IARMI memiliki kejelasan peran dalam sistem penanggulangan bencana daerah: bergerak atas koordinasi BPBD, mendukung pemantauan wilayah rawan, membantu sosialisasi kesiapsiagaan kepada warga, serta memperkuat respons awal ketika bencana terjadi, sebelum bantuan dari pemerintah datang. Kejelasan komando ini penting agar relawan tidak bergerak sendiri-sendiri dan justru menghambat operasi di lapangan.
Apa yang diharapkan ke depan? Pengukuhan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Satgas perlu terus dilatih, dilengkapi, dan dilibatkan dalam simulasi secara berkala, sehingga ketika musim hujan tiba, Jember memiliki cadangan tenaga terlatih yang bisa digerakkan cepat. Bagi warga, keberadaan satgas relawan yang terlatih menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah.
Apa poin penting dari berita ini?
- BPBD Kabupaten Jember mengukuhkan Satgas Relawan IARMI untuk mitigasi bencana pada 1 November 2026.
- IARMI adalah Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia, yang memiliki sayap tanggap bencana bernama IGANA.
- Pengukuhan dirangkaikan dengan penguatan peran dan sinergi pentahelix dalam pengurangan risiko bencana.
- Mitigasi mencakup pemetaan daerah rawan, edukasi warga, dan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.
- Satgas yang dikukuhkan BPBD bergerak atas koordinasi BPBD agar respons bencana berjalan tertib dan efektif.


