Sunday, 1 November 2026
Antariksa

Bahan Bakar Gel Baru Berbasis Kerosin Bisa Bikin Propulsi Roket dan Satelit Lebih Mudah Dikendalikan

Diagram abstrak visual yang menjelaskan pembentukan gel kerosin dari larutan stok, perakitan lesitin, serta penurunan viskositas saat diberi gaya geser dan panas.

Peneliti dari Concordia University mengembangkan bahan bakar gel baru berbasis kerosin yang berpotensi membuat propulsi roket dan satelit lebih mudah disimpan dan dikendalikan. Kajian tentang bahan ini dipublikasikan di jurnal Langmuir pada 8 September 2026, dan kabar penelitiannya dilaporkan pada 31 Oktober 2026.

Material tersebut memadukan kerosin dengan lesitin, zat alami yang mudah terbakar, serta sedikit kalsium klorida. Kombinasi ini dirancang untuk menjawab tantangan lama dalam propulsi antariksa, yaitu menjaga bahan bakar tetap stabil selama penyimpanan, tetapi tetap bisa mengalir dengan efisien ketika mesin membutuhkannya.

Tantangan itu nyata bagi para insinyur wahana antariksa. Bahan bakar cair bisa berguncang di dalam tangki dan menyulitkan pengendalian wahana, sementara bahan bakar gel konvensional sering sulit dipompa dan disemprotkan ke dalam mesin untuk pembakaran. Formulasi baru ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan dua tuntutan yang saling bertentangan tersebut.

Dalam pengujian laboratorium, peneliti menguji bagaimana gel merespons gaya, suhu, dan perubahan kimia. Hasilnya, viskositas gel turun sekitar 100 kali lipat ketika dikenai gaya yang semakin besar, sehingga gel mengalir lebih mudah dalam kondisi yang dibutuhkan untuk injeksi bahan bakar. Saat diam, gel berperilaku lebih seperti padatan lunak, yang berpotensi mengurangi pergerakan dan kebocoran bahan bakar yang tidak diinginkan.

Stabilitas penyimpanan menjadi hasil penting lainnya. Sampel gel tetap stabil selama lebih dari satu tahun dalam wadah tertutup tanpa pemisahan yang terlihat. Tampilannya yang transparan juga dapat membantu peneliti mengamati bagaimana bahan bakar bergerak dan terbakar, sebuah keuntungan tambahan untuk riset lanjutan.

Kajian ini dikerjakan oleh peneliti Pranay Mudaliar bersama Jerin John, dosen madya bidang Teknik Mesin, Industri, dan Dirgantara di Concordia University, dengan pendanaan dari Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada. Judul lengkap kajiannya adalah Rheology and Thermal Characterization of Lecithin-Based Kerosene Gels for In-Space Propulsion, yang menandakan fokusnya pada ilmu aliran dan karakterisasi termal gel tersebut.

Temuan ini memberi gambaran rinci tentang sifat-sifat yang dibutuhkan agar penyimpanan dan penyaluran bahan bakar di antariksa bisa andal. Dengan memahami bagaimana gel berubah di bawah gaya, suhu, dan perubahan kimia, para insinyur dapat merancang tangki dan sistem injeksi yang sesuai dengan perilaku materialnya. Bagi wahana yang harus bertahan lama di antariksa, kestabilan selama penyimpanan sama pentingnya dengan kemampuan mengalir saat mesin dinyalakan, karena keduanya menentukan apakah misi bisa berjalan sesuai rencana.

Para peneliti menegaskan bahwa karya ini merupakan fondasi yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut, tetapi pengujian pada sistem propulsi sesungguhnya masih dibutuhkan untuk mengetahui seberapa baik material ini bekerja dalam penerbangan antariksa.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Peneliti Concordia University mengembangkan bahan bakar gel berbasis kerosin yang bisa membuat propulsi roket dan satelit lebih mudah disimpan dan dikendalikan.
  • Material ini memadukan kerosin dengan lesitin dan sedikit kalsium klorida, dan kajiannya terbit di jurnal Langmuir pada 8 September 2026.
  • Viskositas gel turun sekitar 100 kali lipat saat dikenai gaya yang membesar, sehingga mengalir lebih mudah untuk injeksi bahan bakar, tetapi berperilaku seperti padatan lunak saat diam.
  • Sampel gel tetap stabil lebih dari satu tahun dalam wadah tertutup tanpa pemisahan yang terlihat, dan tampilannya yang transparan membantu pengamatan pembakaran.
  • Penelitian ini masih tahap awal dan membutuhkan pengujian pada sistem propulsi sesungguhnya sebelum bisa dipakai dalam penerbangan antariksa.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *