Sunday, 1 November 2026
Lingkungan

APHI Kerahkan Regu Pemadam dan Sumur Bor untuk Penanganan Karhutla Kalteng

Sejumlah pejabat berdiskusi di pinggir jalan saat meninjau lokasi di Kalimantan Tengah

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendukung penuntasan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah melalui pengerahan regu pemadam, penyediaan sumber air, serta peningkatan kesiapsiagaan anggotanya. Dukungan itu disampaikan di Jakarta pada Minggu (1/11/2026) sebagai bagian dari kolaborasi lintas pihak untuk melindungi kawasan penopang ketahanan pangan nasional.

Siapa yang bergerak dan di mana? Sekretaris Jenderal APHI, Purwadi Soeprihanto, menyatakan komitmen asosiasi beserta perusahaan anggotanya untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sementara itu, Ketua Komisariat Daerah APHI Kalimantan Tengah, Achwan, menyebut pihaknya bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) setempat menyiapkan regu pemadam dan sumur bor sebagai sumber air.

Seberapa besar pengerahan di lapangan? Di Palangka Raya, sebanyak 175 regu pemadam gabungan dikerahkan dan dikoordinasikan pemerintah provinsi dengan dukungan APHI, Gapki, TNI, dan Polri. Regu-regu itu ditempatkan di sejumlah zona berdasarkan lokasi sumber air, termasuk sumur bor, agar mobilisasi pemadaman lebih cepat dan jangkauannya lebih luas. Penanganan dipusatkan di dua kawasan, yakni Talawang Raya seluas 360 hektare yang tidak jauh dari Bandara Tjilik Riwut, dan Buluh Merindu seluas 320 hektare. Selain itu, 34 regu pemadam juga dikerahkan di Kabupaten Pulang Pisau.

Kapan dan dalam rangka apa pengerahan ini dipercepat? Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Palangka Raya pada Jumat (30/10/2026). Ia menyebut penanganan karhutla di Kalimantan Tengah menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan penopang ketahanan pangan nasional, dan pemerintah menargetkan kebakaran di wilayah penanganan tersebut dapat dipadamkan secara permanen dalam dua pekan ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang penguatan penegakan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar dan pengendalian karhutla.

Mengapa pendekatan zonasi dan sumber air menjadi kunci? Kebakaran di lahan gambut tidak cukup dipadamkan di permukaan; bara di bawah tanah bisa menyala kembali dan asap bisa muncul berulang. Karena itu, regu ditempatkan berdasarkan titik-titik air yang sudah disiapkan, dan pemerintah mengoptimalkan pompa air milik pemerintah provinsi serta Balai Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum. Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan normal baru diperkirakan terjadi pada akhir November, dan operasi modifikasi cuaca sejauh ini baru menghasilkan hujan sporadis yang belum bisa diandalkan untuk memadamkan seluruh titik api.

Apa yang dipertaruhkan? Jika karhutla di kawasan swasembada pangan tidak segera dituntaskan, tekanan terhadap produksi pangan, kesehatan masyarakat akibat asap, dan kerusakan ekosistem gambut akan semakin besar. Kolaborasi dunia usaha lewat APHI dan Gapki menunjukkan penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan kesiapsiagaan perusahaan yang lahannya berdampingan dengan kawasan rawan api.

Apa poin penting dari berita ini?

  • APHI mendukung penuntasan penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah lewat regu pemadam, sumber air, dan kesiapsiagaan anggota.
  • Sebanyak 175 regu pemadam dikerahkan di Palangka Raya dan 34 regu di Kabupaten Pulang Pisau, dengan dukungan APHI, Gapki, TNI, dan Polri.
  • Penanganan dipusatkan di Talawang Raya seluas 360 hektare dan Buluh Merindu seluas 320 hektare, dengan target padam permanen dalam dua pekan.
  • Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq memimpin apel gabungan di Palangka Raya pada Jumat (30/10/2026).
  • Langkah ini bagian dari Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang pengendalian karhutla dan perlindungan kawasan swasembada pangan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *