Wahana antariksa Hera milik Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk pertama kalinya mengirimkan citra yang memperlihatkan pasangan asteroid Didymos dan Dimorphos sebagai dua objek yang terpisah, bukan lagi satu titik cahaya. Citra tersebut dilaporkan pada 31 Oktober 2026, ketika Hera berada sekitar 1.280 kilometer dari pasangan asteroid itu, yang pada saat yang sama berjarak sekitar 197 juta kilometer dari Bumi. Hera diluncurkan pada Oktober 2024 dan menjalankan misi bersama NASA serta Badan Antariksa Jepang (JAXA) untuk menindaklanjuti misi pertahanan planet DART.
Didymos adalah asteroid yang lebih besar, dengan diameter diperkirakan sekitar 780 meter, sedangkan Dimorphos yang jauh lebih kecil berdiameter sekitar 151 meter. Keduanya saling mengorbit satu sama lain sembari bersama-sama mengorbit Matahari. Pemisahan keduanya dalam citra Hera menjadi penting karena sebelumnya pasangan ini hanya tampak sebagai satu titik, sehingga para peneliti belum bisa mengamati masing-masing objek secara tersendiri dari wahana tersebut.
Misi Hera tidak bisa dipahami tanpa misi DART yang mendahuluinya. Pada September 2022, NASA sengaja menabrakkan wahana DART ke Dimorphos dengan kecepatan 6,1 kilometer per detik untuk menguji apakah sebuah asteroid bisa dibelokkan dari jalurnya. Tumbukan itu memperlambat orbit Dimorphos mengelilingi Didymos selama 32 hingga 33 menit, jauh melampaui target awal yang hanya 73 detik, dan memuntahkan semburan material dari permukaan Dimorphos hingga sejauh 10.000 kilometer ke angkasa.
Kepala Departemen Sistem ESA sekaligus manajer misi Hera, Ian Carnelli, menyebut momen ini sebagai pertama kalinya para peneliti melihat sistem asteroid ganda tersebut melalui mata Hera sendiri. Ia menjelaskan bahwa pandangan Hera akan semakin tajam seiring wahana itu mendekat, dan citra detail pertama Dimorphos akan terungkap pada 25 November 2026. Dimorphos sendiri dicatat sebagai objek pertama di Tata Surya yang orbitnya terukur bergeser akibat tindakan manusia.
Selain mengamati dari jarak jauh, Hera juga akan mengerahkan dua CubeSat seukuran kotak sepatu bernama Milani dan Juventas, karena wahana utama tidak bisa terbang terlalu dekat ke permukaan. Milani bertugas melakukan analisis mineralogi dari jarak dekat di lokasi tumbukan DART, sementara Juventas akan memakai radar tembus tanah untuk mengintip sekitar 100 meter di bawah permukaan Dimorphos. Data itu diharapkan menjawab apakah bagian dalam Dimorphos berupa batuan padat atau tumpukan puing lepas, sekaligus melengkapi pengamatan permukaan pascatumbukan.
Alasan misi ini dijalankan adalah pertahanan planet, yakni upaya melindungi Bumi dari asteroid yang lintasannya memotong orbit planet ini. Kekhawatiran itu bukan sekadar teori: pada 2013, meteor Chelyabinsk melukai lebih dari 1.500 orang, sebagian besar akibat pecahan kaca jendela yang pecah. Kombinasi DART dan Hera memberi wawasan praktis tentang cara membelokkan penabrak potensial sebelum ia menghantam Bumi dan menimbulkan kerusakan luas.
Ke depan, Hera akan terus mendekat dan mempertajam citranya, sementara para peneliti menanti wawasan baru apa yang akan terungkap dari Didymos dan Dimorphos dalam beberapa tahun mendatang. Keberhasilan DART yang kini ditindaklanjuti Hera menunjukkan bahwa pertahanan planet bukan lagi sekadar gagasan di atas kertas, melainkan sesuatu yang sudah diuji secara nyata di ruang angkasa.
Apa poin penting dari berita ini?
- Hera mengirim citra pertama yang memperlihatkan Didymos dan Dimorphos sebagai dua objek terpisah.
- Hera berada sekitar 1.280 kilometer dari pasangan asteroid itu ketika citra tersebut dilaporkan.
- DART menabrak Dimorphos pada 2022 dan memperlambat orbitnya selama 32 hingga 33 menit.
- Hera akan mengerahkan dua CubeSat, Milani dan Juventas, untuk meneliti lokasi tumbukan dan interior Dimorphos.
- Citra detail pertama Dimorphos dijadwalkan terungkap pada 25 November 2026.


