Saturday, 31 October 2026
Antariksa

Voyager 1 Segera Tempuh Jarak Satu Hari Cahaya, Ini Panduan Langit November 2026

Ilustrasi wahana antariksa Voyager yang melaju menjauhi Matahari menuju ruang antarbintang

Wahana antariksa Voyager 1 dijadwalkan menorehkan tonggak baru pada 18 November 2026, tepat 49 tahun setelah peluncurannya. Pada tanggal itu, Voyager 1 akan melintasi batas satu hari cahaya, yakni sekitar 16,1 miliar mil dari Matahari. Tonggak ini menjadi sorotan utama dalam panduan pengamatan langit bulan November yang diterbitkan jaringan pengamat langit NASA.

Voyager 1 dan kembarannya, Voyager 2, memanfaatkan keselarasan planet-planet luar yang hanya terjadi sekali dalam 175 tahun untuk melakukan tur besar Tata Surya. Dengan memanfaatkan gravitasi tiap planet sebagai pendorong ke tujuan berikutnya, kedua wahana itu mengungkap detail Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Misi ini kemudian membuka jalan bagi misi pengorbit ambisius berikutnya, seperti Galileo ke Jupiter.

Setiap wahana membawa Piringan Emas, sebuah piringan fonograf berukuran 12 inci yang berisi sapaan dalam 55 bahasa, 27 trek musik, 116 gambar, dan beragam suara dari Bumi. Piringan itu dilindungi sampul luar yang memuat ukiran yang menunjukkan posisi Matahari relatif terhadap 14 pulsar, beserta petunjuk cara memutarnya. Muatan ini dirancang sebagai pesan dari Bumi bagi siapa pun yang suatu hari menemukan wahana tersebut.

Panduan itu juga menjelaskan perbedaan satuan jarak yang sering membingungkan. Satu menit cahaya adalah ukuran jarak, bukan waktu, yaitu jarak yang ditempuh cahaya dalam satu menit. Voyager 1 melintasi heliopause, batas tempat angin Matahari bertemu medium antarbintang, pada Agustus 2012, sedangkan Voyager 2 menyusul pada November 2018. Bumi berkomunikasi dengan kedua wahana itu dan melacak perjalanan mereka melalui jaringan Deep Space Network milik NASA.

Pada saat panduan tersebut ditulis, antena Canberra melacak Voyager 1 pada jarak sekitar 25,80 miliar kilometer. Angka itu sejalan dengan tonggak satu hari cahaya yang akan dicapai pada 18 November 2026. Bagi pengamat langit, momen ini menjadi pengingat betapa jauhnya wahana buatan manusia telah melaju, sekaligus betapa kecilnya jarak itu dibandingkan skala antarbintang yang diukur dalam tahun cahaya.

NASA juga menyediakan aktivitas pendamping bagi pendidik dan keluarga, antara lain simulasi bantuan gravitasi dan panduan mengukur satu menit cahaya bersama anak-anak. Aktivitas semacam ini dirancang agar konsep jarak antariksa yang abstrak bisa dipahami lewat perbandingan yang konkret. Dengan begitu, tonggak Voyager 1 tidak hanya menjadi kabar dari wahana yang jauh, tetapi juga ajakan untuk memandang langit November dengan pemahaman yang lebih baik tentang skala alam semesta.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Voyager 1 akan melintasi jarak satu hari cahaya, sekitar 16,1 miliar mil dari Matahari, pada 18 November 2026.
  • Voyager 1 dan Voyager 2 memanfaatkan keselarasan planet luar sekali dalam 175 tahun untuk tur Tata Surya.
  • Setiap wahana membawa Piringan Emas berisi sapaan dalam 55 bahasa, 27 trek musik, dan 116 gambar dari Bumi.
  • Voyager 1 melintasi heliopause pada Agustus 2012, sedangkan Voyager 2 menyusul pada November 2018.
  • Antena Canberra melacak Voyager 1 pada jarak sekitar 25,80 miliar kilometer saat panduan itu ditulis.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *