Saturday, 31 October 2026
Konspirasi

TurnBackHoax: Video Mahfud MD Dilantik Jadi Jaksa Agung Itu Menyesatkan, Ini Konteks Aslinya

Mahfud MD menandatangani dokumen di hadapan Presiden Prabowo dalam sebuah pelantikan

JAKARTA — Sebuah video yang mengklaim Mahfud MD dilantik menjadi Jaksa Agung beredar di TikTok dan dinyatakan menyesatkan oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo TurnBackHoax. Video itu memperlihatkan Mahfud menandatangani dokumen di depan Presiden Prabowo Subianto, disertai narasi yang menghubungkan pelantikan tersebut dengan jabatan Jaksa Agung.

Menurut TurnBackHoax, unggahan akun TikTok bernama Jacky pada Kamis, 10 September 2026, itu telah ditonton lebih dari 370.000 kali, disukai sekitar 9.100 akun, dikomentari hampir 5.000 kali, serta dibagikan ulang lebih dari 2.000 kali hingga 12 Oktober 2026. Narasi yang menyertainya berbunyi: Presiden Prabowo lantik Mahfud MD sebagai jaksa agung.

Tim pemeriksa fakta menelusuri klaim tersebut melalui laman resmi Kejaksaan Agung dan menyebut posisi Jaksa Agung masih dijabat oleh ST Burhanuddin. Burhanuddin menjabat sebagai Jaksa Agung sejak dilantik pada 21 Oktober 2024, menurut laporan pemeriksaan fakta yang diterbitkan pada 7 Oktober 2026 dan dikonfirmasi TurnBackHoax pada 12 Oktober 2026.

Pemeriksaan juga dilakukan menggunakan teknik pencarian gambar terbalik terhadap cuplikan video. Hasil penelusuran TurnBackHoax menemukan dokumentasi serupa di kanal YouTube Tribun MedanTV yang tayang pada November 2025. Video tersebut menunjukkan momen Mahfud dilantik sebagai anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, bukan sebagai Jaksa Agung.

Penelusuran terpisah menemukan rekaman identik di kanal YouTube Kompas.com. Rekaman asli itu mendokumentasikan pelantikan Mahfud sebagai anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri oleh Prabowo pada 7 November 2025. Mahfud merupakan salah satu dari sepuluh anggota komite yang dilantik dalam kesempatan tersebut, bersama sembilan anggota lainnya, termasuk Otto Hasibuan hingga Tito Karnavian.

Dengan temuan itu, TurnBackHoax menyebut klaim yang beredar mengubah konteks dokumentasi lama menjadi informasi baru terkait jabatan Mahfud MD. Video pelantikan anggota komite reformasi kepolisian pada November 2025 itu dipotong dari konteksnya, lalu disebarkan kembali seolah-olah merekam pengangkatan Jaksa Agung yang baru pada Oktober 2026.

Penting untuk ditegaskan: artikel ini tidak menyatakan bahwa Mahfud MD benar-benar dilantik menjadi Jaksa Agung. Yang beredar adalah teori dan klaim di media sosial, sementara posisi pemeriksa fakta menyatakan klaim tersebut tidak benar. Jabatan Jaksa Agung, berdasarkan penelusuran pemeriksa fakta, tetap dipegang ST Burhanuddin.

Kasus ini menjadi pengingat cara kerja umum konten menyesatkan: rekaman asli yang nyata, tetapi konteksnya diganti. Video itu sendiri memang memperlihatkan peristiwa pelantikan yang benar-benar terjadi, hanya saja jabatan dan waktunya berbeda dari narasi yang menyertainya di media sosial. Karena itu, memeriksa sumber asli rekaman dan jabatan resmi yang berlaku menjadi langkah yang membedakan informasi dari sekadar klaim viral.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Video yang mengklaim Mahfud MD dilantik menjadi Jaksa Agung beredar di TikTok dan dinyatakan menyesatkan oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo TurnBackHoax.
  • Unggahan akun TikTok Jacky pada 10 September 2026 itu telah ditonton lebih dari 370.000 kali, disukai sekitar 9.100 akun, dan dibagikan ulang lebih dari 2.000 kali.
  • Penelusuran pemeriksa fakta menemukan rekaman asli dari pelantikan Mahfud sebagai anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri pada November 2025, bukan sebagai Jaksa Agung.
  • Jabatan Jaksa Agung masih dipegang ST Burhanuddin, yang menjabat sejak dilantik pada 21 Oktober 2024, sehingga klaim pengangkatan Mahfud pada Oktober 2026 dinyatakan tidak benar.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *