Sebuah video yang beredar di media sosial pada Oktober 2026 mengklaim telur hasil laboratorium atau lab-grown sudah mendapat persetujuan federal di Amerika Serikat dan diam-diam diselipkan ke dalam produk makanan di Walmart dan Target. Pemeriksa fakta Snopes menelusuri klaim itu dan memberikan penilaian campuran: ada produk yang benar-benar nyata, tetapi sebagian besar narasi viralnya keliru atau menyesatkan.
Produk yang menjadi pusat klaim ini adalah OvoPro, bahan protein putih telur yang dibuat perusahaan The EVERY Company. Berbeda dengan gambaran telur yang ditumbuhkan dari sel hewan di laboratorium, OvoPro dibuat lewat fermentasi presisi. Para ilmuwan memasukkan gen protein putih telur ke dalam ragi jenis Komagataella phaffii, lalu ragi itu difermentasi di dalam tangki hingga menghasilkan protein yang kemudian dipisahkan dan dijadikan bubuk bahan pangan.
Dengan kata lain, tidak ada sel hewan yang terlibat dalam pembuatan OvoPro. Istilah lab-grown dalam arti daging hasil budidaya sel, yaitu menumbuhkan sel hewan asli di bioreaktor, tidak berlaku untuk produk ini. Inilah sumber utama kekeliruan dalam unggahan viral, yang menyamakan protein hasil fermentasi ragi dengan telur hasil budidaya sel hewan.
Bagian klaim yang didukung bukti adalah soal peredarannya. Menurut pernyataan perusahaan, produk yang mengandung protein putih telur hasil fermentasi ini sudah beredar sebagai bahan dalam produk makanan di Amerika Serikat setidaknya sejak 2021, dan perusahaan menyebut produk yang mengandungnya dijual di Walmart, Target, dan Amazon. Pesanan OvoPro bahkan melonjak 550 persen pada awal 2026 dibandingkan sepanjang 2025, dan perusahaan mengumumkan penempatan nasional di Walmart dan Target pada Juni 2026.
Namun, klaim bahwa produk ini mendapat persetujuan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga tidak tepat. OvoPro tidak disetujui layaknya obat. Perusahaan menyampaikan sendiri penilaian bahwa bahannya aman secara umum melalui kerangka GRAS, dan FDA menjawab dengan surat tidak ada pertanyaan pada Oktober 2023. Itu bukan persetujuan formal, melainkan tanggapan atas pemberitahuan sukarela perusahaan.
Tudingan bahwa merek-merek menyembunyikan bahan ini dari label juga tidak terbukti. Aturan federal Amerika Serikat mewajibkan setiap bahan dicantumkan dengan nama umum atau biasanya, dan protein ini wajib diberi label alergen karena mengandung protein turunan telur. Snopes tidak menemukan bukti bahwa merek-merek menghilangkan bahan tersebut dari daftar komposisi, dan perusahaan menyatakan tidak pernah meminta pengecualian dari aturan label.
Yang benar-benar bersifat rahasia dagang biasa adalah merek ritel mana saja yang memakai bahan tersebut, karena pemasok dan peritel umumnya tidak membuka kontrak mereka kepada publik. Kerahasiaan itu berbeda dengan penyembunyian dari label kemasan, yang tetap wajib mencantumkan bahan tersebut.
Penilaian akhirnya, klaim telur lab-grown yang beredar itu dinilai campuran. Produk protein putih telur hasil fermentasi ragi memang nyata dan sudah beredar, tetapi produk itu bukan telur hasil budidaya sel hewan, tidak disetujui FDA dalam arti formal, dan tidak terbukti disembunyikan dari label makanan.
Kasus ini menunjukkan betapa mudahnya istilah teknis berubah menjadi cerita yang menakutkan di media sosial. Satu istilah seperti lab-grown bisa merangkum tiga teknologi yang berbeda, padahal hanya satu di antaranya yang benar-benar beredar, dan cara kerjanya jauh dari gambaran laboratorium dalam film fiksi ilmiah.
Apa poin penting dari berita ini?
- Klaim yang beredar menyebut telur lab-grown sudah disetujui federal dan diam-diam diselipkan ke produk makanan di Walmart dan Target.
- Produk yang dimaksud adalah OvoPro dari The EVERY Company, protein putih telur yang dibuat lewat fermentasi ragi, bukan dari sel hewan.
- Pemeriksa fakta Snopes menilai klaim itu campuran: produknya nyata dan beredar, tetapi sebutan lab-grown dalam arti budidaya sel hewan tidak tepat.
- FDA tidak memberikan persetujuan formal, melainkan surat tidak ada pertanyaan pada Oktober 2023 atas pemberitahuan GRAS perusahaan.
- Tidak ditemukan bukti bahwa merek-merek menyembunyikan bahan ini dari label, karena aturan federal mewajibkan bahan dan label alergen dicantumkan.


