Minyak nilam tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti sabun cuci piring, balsem cair, dan parfum. Peluang tersebut dipelajari sejumlah purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Banda Aceh dalam pelatihan kewirausahaan yang digelar Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh.
Pelatihan Pemberdayaan Kewirausahaan Purna PMI dan Keluarga Tahun 2026 itu diselenggarakan pada 28 hingga 31 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari proses pembuatan produk, formulasi bahan, pengemasan, hingga pemasaran, sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada teori semata.
Pengantar Kerja BP3MI Aceh, Fauzah Marhamah, menyampaikan harapan agar pekerja migran yang sudah kembali ke tanah air tidak lagi harus kembali bekerja ke luar negeri. Mereka diharapkan bisa mengembangkan usaha dengan memanfaatkan modal yang sudah dikumpulkan selama bekerja.
Menurut Fauzah, pelatihan kewirausahaan menjadi salah satu upaya mendukung kemandirian ekonomi pekerja migran setelah kembali ke tanah air. Pekerja migran dapat memanfaatkan tabungan selama bekerja di luar negeri sebagai modal untuk memulai atau mengembangkan usaha di daerah asal.
Peserta kegiatan berasal dari Aceh Tamiang, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Barat. Sebagian merupakan purna PMI yang kembali dalam satu hingga dua tahun terakhir, sementara lainnya merupakan keluarga pekerja migran yang masih bekerja di luar negeri. Sebagian peserta telah memiliki usaha dengan skala berbeda, sehingga pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga memperkuat kemampuan peserta dalam mengembangkan usaha yang sudah berjalan.
Fasilitator ARC, Nanda Funna Ledita, mengatakan pengolahan nilam menjadi salah satu cara memperkenalkan teknologi dan hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat dimanfaatkan masyarakat. Tujuannya memberdayakan masyarakat, berbagi teknologi, informasi, dan inovasi yang sudah ada sehingga dapat mendukung peningkatan nilai ekonomi masyarakat.
Nanda menjelaskan, minyak nilam yang digunakan dalam praktik telah melalui proses pemurnian sebelum diformulasikan menjadi produk turunan. Dalam pembuatan parfum, minyak nilam berfungsi sebagai fixative atau bahan pengikat aroma agar wanginya lebih tahan lama. Pengembangan produk turunan nilam harus memperhatikan kualitas bahan dan tahapan produksi, agar produk yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki kualitas yang dapat dipertahankan.
Salah satu peserta, Teuku Andri Saputra (29), menilai keterampilan mengolah minyak nilam menjadi pengetahuan baru yang dapat dikembangkan untuk memperluas usahanya. Andri pernah bekerja di bidang kelistrikan di Brunei Darussalam selama hampir lima tahun. Setelah kembali ke Aceh, ia turut menjalankan usaha keluarga di bidang busana, meliputi penyewaan jas, pakaian adat, dan jasa bordir.
Menurut Andri, praktik langsung membuat peserta lebih mudah memahami proses produksi. Namun, pengalaman menjalankan usaha juga membuatnya menyadari bahwa kemampuan membuat produk belum cukup untuk menjamin keberlangsungan bisnis. Ketersediaan bahan baku dan perubahan harga menjadi hal yang perlu diperhitungkan, dan pelaku usaha juga harus mampu menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, serta menyusun strategi pemasaran.
Selain praktik pengolahan minyak nilam, peserta dijadwalkan menyusun model bisnis dan rencana aksi usaha, termasuk materi literasi keuangan. Dengan bekal itu, purna PMI diharapkan pulang membawa rencana usaha yang konkret, bukan sekadar keterampilan baru, sehingga nilam Aceh dapat naik kelas dari bahan baku menjadi produk bernilai jual.
Apa poin penting dari berita ini?
- Purna PMI di Aceh belajar mengolah minyak nilam menjadi sabun cuci piring, balsem cair, dan parfum dalam pelatihan BP3MI Aceh.
- Pelatihan Pemberdayaan Kewirausahaan Purna PMI dan Keluarga Tahun 2026 digelar pada 28 hingga 31 Oktober 2026 di Banda Aceh.
- Peserta berasal dari Aceh Tamiang, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Barat, termasuk purna PMI dan keluarga pekerja migran.
- Minyak nilam yang dipakai telah dimurnikan, dan dalam parfum berfungsi sebagai pengikat aroma agar wangi lebih tahan lama.
- Peserta juga dibekali penyusunan model bisnis, rencana aksi usaha, dan literasi keuangan agar usahanya berkelanjutan.


