Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta mengembangkan inovasi JAK-Respond untuk mempercepat koordinasi penanganan kedaruratan serta pelayanan publik. Informasi tersebut disampaikan Kepala Unit Pengelola Jaringan Sistem Elektronik Diskominfotik DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma, dalam keterangan resmi di Jakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
JAK-Respond dirancang untuk mengintegrasikan informasi operasional yang selama ini tersebar di berbagai unit. Dengan informasi yang terpusat dalam satu sistem, petugas di lapangan dan pengambil keputusan dapat melihat gambaran situasi yang sama dalam waktu yang lebih singkat. Integrasi ini menjadi kunci dalam penanganan kedaruratan, karena setiap menit keterlambatan koordinasi bisa berpengaruh pada keselamatan warga dan efektivitas bantuan yang dikirimkan.
Mengapa integrasi informasi operasional menjadi penting? Dalam penanganan kedaruratan, laporan warga, posisi petugas, dan kondisi lapangan harus tersambung dengan cepat. Bila informasi masih terpisah-pisah, petugas harus menghabiskan waktu untuk mencocokkan data sebelum bertindak. JAK-Respond menjawab persoalan itu dengan menyatukan alur informasi, sehingga koordinasi antarunit dapat berjalan lebih tertib dan respons terhadap kejadian darurat bisa dilakukan lebih dini.
Pengembangan JAK-Respond juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat layanan berbasis teknologi bagi warganya. Sebelumnya, Jakarta telah memiliki sejumlah kanal layanan publik digital, termasuk aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang memuat layanan pengaduan dan informasi kota, serta layanan panggilan darurat Jakarta Siaga 112 yang dikelola BPBD DKI Jakarta. Kehadiran JAK-Respond melengkapi ekosistem tersebut dari sisi operasional internal pemerintah, yakni memastikan informasi yang masuk dari berbagai kanal dapat diolah dan dikoordinasikan dengan lebih cepat.
Bagi warga, manfaat dari sistem seperti JAK-Respond terasa pada kecepatan tindak lanjut. Laporan kedaruratan yang masuk dapat diteruskan kepada unit yang tepat tanpa tertunda oleh proses administrasi yang panjang. Koordinasi yang lebih cepat juga membantu petugas memprioritaskan kejadian yang paling mendesak, misalnya kebakaran, banjir, atau kecelakaan yang membutuhkan kehadiran tim di lokasi dalam waktu singkat.
Meski sistemnya terus dikembangkan, peran warga tetap penting. Laporan yang jelas dan akurat dari masyarakat, disertai lokasi kejadian yang tepat, akan sangat membantu petugas dalam menentukan respons. Warga diimbau menggunakan kanal resmi yang tersedia dan menyampaikan informasi secara jujur agar penanganan kedaruratan berjalan optimal.
Apa poin penting dari berita ini?
- Diskominfotik DKI Jakarta mengembangkan JAK-Respond untuk mengintegrasikan informasi operasional dan mempercepat koordinasi penanganan kedaruratan serta pelayanan publik.
- Informasi tersebut disampaikan Kepala Unit Pengelola Jaringan Sistem Elektronik Diskominfotik DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma, dalam keterangan resmi di Jakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
- JAK-Respond menyatukan informasi operasional agar petugas dan pengambil keputusan melihat gambaran situasi yang sama dalam waktu lebih singkat.
- Sistem ini melengkapi kanal layanan Jakarta yang sudah ada, seperti aplikasi JAKI dan layanan panggilan darurat Jakarta Siaga 112.
- Warga diimbau menyampaikan laporan kedaruratan secara jelas dan akurat melalui kanal resmi agar tindak lanjut berjalan optimal.


