Pasukan Israel meledakkan sebuah rumah milik keluarga tahanan Palestina di Tepi Barat pada Rabu, 28 Oktober 2026. Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya operasi militer dan penghancuran rumah-rumah warga di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan kantor berita Palestina WAFA, pasukan Israel memasuki wilayah tersebut dengan kendaraan militer dan buldoser. Warga diperintahkan mengosongkan rumah sebelum pasukan menghancurkan dua bangunan milik keluarga tahanan Palestina, Ibrahim Abdul Karim Daoud dan Zakaria Mohammed Daoud. Satu rumah dihancurkan menggunakan bahan peledak, sementara rumah lainnya diratakan dengan buldoser.
Ledakan menghancurkan bangunan hingga kepulan asap membubung tinggi ke udara. Rekaman peristiwa itu memperlihatkan api dan asap tebal di atas bangunan tempat tinggal warga, sesaat setelah penghancuran dilakukan.
Penghancuran rumah keluarga tahanan ini terjadi bersamaan dengan meluasnya operasi militer Israel di Tepi Barat. Laporan-laporan dari wilayah itu menyebut pasukan Israel juga menggerebek sejumlah kota dan kamp pengungsian, menggeledah rumah-rumah warga, serta menahan puluhan warga Palestina dalam beberapa hari terakhir.
Di Hebron, wilayah selatan Tepi Barat, operasi militer yang berlangsung selama berhari-hari telah memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Pemerintah Kota Hebron menyatakan jumlah warga yang mengungsi telah meningkat menjadi ribuan orang, yang mencakup ratusan keluarga, akibat operasi yang terus berlanjut dan pembatasan pergerakan yang diperketat.
Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Volker Türk, telah memperingatkan bahwa operasi di Hebron menimbulkan kekhawatiran serius mengenai penggunaan kekuatan yang tidak perlu dan tidak proporsional. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan para mitra kemanusiaan membantu pemerintah setempat memenuhi kebutuhan ribuan orang yang dievakuasi oleh pasukan Israel.
Perkembangan di Tepi Barat ini terjadi di tengah situasi yang telah berlangsung sejak perang di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023. Sejak saat itu, serangan pemukim dan operasi militer di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, terus meningkat, dengan ribuan serangan pemukim yang menyebabkan korban atau kerusakan properti tercatat sejak awal 2026.
Apa poin penting dari berita ini?
- Pasukan Israel meledakkan rumah milik keluarga tahanan Palestina di Tepi Barat pada 28 Oktober 2026.
- Dua bangunan milik keluarga tahanan dihancurkan, satu dengan bahan peledak dan satu lagi diratakan buldoser.
- Warga diperintahkan mengosongkan rumah sebelum penghancuran dilakukan, menurut laporan kantor berita WAFA.
- Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan meluasnya operasi militer Israel di Tepi Barat, termasuk di Hebron.
- PBB memperingatkan operasi di Hebron menimbulkan kekhawatiran serius soal penggunaan kekuatan yang tidak proporsional.


