Saturday, 31 October 2026
Nanggroe

Panen Raya 155 Hektare di Aceh Tamiang, Lahan Pascabencana Kembali Produktif

Sejumlah pejabat menaiki mesin panen di tengah sawah padi yang hijau di Aceh Tamiang

Kementerian Pertanian bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melaksanakan panen raya padi di lahan seluas 155 hektare yang telah dioptimalkan pascabencana banjir, Kamis, 29 Oktober 2026. Panen raya tersebut berlangsung di lahan optimalisasi di Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata upaya rehabilitasi terhadap lahan persawahan yang sempat terdampak bencana alam pada akhir tahun lalu. Aceh Tamiang merupakan daerah yang paling parah terdampak bencana sehingga pemerintah daerah berharap dukungan dan bantuan sektor pertanian dari pemerintah pusat terus berlanjut.

Kepada Menteri Pertanian, Armia meminta agar bantuan pemulihan pertanian terus digulirkan, seperti peralatan combine serta perbaikan jalan menuju persawahan. Peralatan panen dan akses jalan yang baik sangat menentukan kelancaran pengolahan lahan dan pengangkutan hasil panen petani.

Armia memaparkan bahwa dari total 8.000 hektare lahan sawah di wilayahnya, sekitar 6.000 hektare mengalami rusak ringan dan sedang akibat bencana. Saat ini pemerintah telah menyiapkan anggaran rehabilitasi yang pengerjaannya dikoordinasikan langsung oleh Kodim Aceh Tamiang sehingga lahan sawah hasil rehabilitasi mulai dimanfaatkan kembali oleh petani.

Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agus Susanto, bersyukur atas keberhasilan pemulihan lahan seluas 155 hektare di Kampung Paya Meta yang sebelumnya rusak pascabencana. Melalui program optimalisasi lahan Kementerian Pertanian, lahan tersebut kini kembali produktif dan menghasilkan panen yang memuaskan di tengah masa pemulihan.

Agus menyebutkan bahwa lahan yang dulunya mengalami rusak ringan sudah dikerjakan optimalisasinya sehingga petani bisa mengolah lahan dan bisa panen. Hasil panen saat ini masih sekitar lima sampai enam ton per hektare.

Ketua Tim Monitoring Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kementerian Dalam Negeri Wilayah Aceh, Imran, mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian dalam memulihkan sektor pangan di Aceh Tamiang secara berkelanjutan. Ia berharap panen raya ini semakin memotivasi petani dan kelompok tani untuk bekerja sehingga hasil panen berikutnya bisa lebih optimal.

Imran menargetkan agar produktivitas hasil pertanian di wilayah ini terus meningkat pada masa panen mendatang seiring pemulihan infrastruktur. Jika saat ini hasilnya antara lima sampai enam ton per hektare, ke depan diharapkan bisa mencapai tujuh atau delapan ton per hektare sehingga pemulihan benar-benar berlangsung dengan baik dan bermanfaat bagi petani.

Panen raya ini menjadi penanda penting bahwa lahan yang sempat rusak akibat bencana tidak berhenti begitu saja. Dengan penanganan yang terkoordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat teritorial, lahan tersebut kembali menghasilkan pangan dan menopang penghidupan petani di Aceh Tamiang.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kementerian Pertanian bersama Satgas PRR dan Pemerintah Aceh Tamiang menggelar panen raya padi di lahan 155 hektare di Desa Paya Meta, Karang Baru, Aceh Tamiang.
  • Dari total 8.000 hektare lahan sawah di Aceh Tamiang, sekitar 6.000 hektare mengalami rusak ringan dan sedang akibat bencana.
  • Hasil panen saat ini sekitar lima sampai enam ton per hektare, dengan target ke depan tujuh sampai delapan ton per hektare.
  • Rehabilitasi lahan dikoordinasikan langsung oleh Kodim Aceh Tamiang sehingga lahan hasil rehabilitasi mulai dimanfaatkan kembali petani.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *