Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyerukan agar seluruh negara anggota G20 bergerak bersama menghadapi ancaman terhadap tatanan ekonomi global. Seruan itu ia sampaikan saat membuka Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Rubio mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi rangkaian krisis ekonomi dan geopolitik yang saling berkaitan. Krisis-krisis tersebut, menurut dia, mengancam pasokan energi dan pangan dunia, perdagangan internasional, rantai pasok, serta kebebasan navigasi di jalur pelayaran strategis.
Pertemuan di Atlanta itu berlangsung selama dua hari dan digelar di bawah presidensi Amerika Serikat atas G20. Forum ini menjadi ajang bagi para menteri luar negeri untuk menyelaraskan sikap menjelang pertemuan puncak para pemimpin G20 yang dijadwalkan berlangsung di Miami pada 14 hingga 16 Desember mendatang.
Dalam pidato pembukaannya, Rubio menegaskan bahwa tugas para menteri adalah bekerja sama mengoordinasikan respons atas krisis yang muncul dan melindungi kepentingan bersama negara-negara yang mereka wakili. Ia menyebut dunia berada pada momen penentuan pilihan, sehingga kerja sama praktis menjadi kunci untuk memperkuat stabilitas geopolitik dan agenda kemakmuran ekonomi yang lebih luas.
Sesi pleno pembuka pertemuan itu difokuskan pada dua isu, yakni kebebasan navigasi dan ketahanan pangan. Rubio menilai kedua isu tersebut merupakan fondasi keamanan ekonomi, karena gangguan pada jalur pelayaran dan pasokan pangan dapat dengan cepat merembet menjadi tekanan ekonomi di banyak negara.
Namun, pertemuan tersebut juga diwarnai ketegangan. Kehadiran Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memicu penolakan dari sejumlah menteri Eropa, bahkan ada yang mengancam tidak ikut sesi foto bersama. Rubio akhirnya membatalkan agenda sesi foto bersama, meski rangkaian diskusi tetap dilanjutkan sesuai rencana.
Di luar ketegangan itu, delegasi India dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Menteri Luar Negeri S. Jaishankar. Amerika Serikat sendiri berupaya mengarahkan perhatian sekutunya pada ketidakseimbangan perdagangan serta pembentukan koalisi untuk menghadapi dominasi Tiongkok atas mineral kritis, antara lain lewat inisiatif yang dikenal sebagai Pax Silica.
Ketegangan geopolitik yang membayangi pertemuan ini mencakup perang Rusia di Ukraina, konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat, serta manuver di Laut China Selatan. Laporan kantor berita Associated Press mencatat bahwa deretan ketegangan tersebut telah memicu lonjakan harga bahan bakar dan menciptakan ketidakpastian dalam sistem perdagangan global.
Bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, hasil pertemuan seperti ini penting karena keputusan dan sikap bersama negara-negara ekonomi besar turut memengaruhi harga energi, ketersediaan pangan, dan kelancaran perdagangan dunia. Karena itu, seruan Rubio agar G20 bertindak bersama dipandang sebagai upaya menjaga agar krisis yang saling berkaitan tidak semakin menekan perekonomian global.
Pertemuan di Atlanta dijadwalkan berakhir pada Sabtu, dan hingga penutupan masih belum dapat dipastikan apakah forum tersebut akan menghasilkan pernyataan bersama atau hanya ringkasan dari ketua sidang.
Apa poin penting dari berita ini?
- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyerukan agar seluruh negara anggota G20 bergerak bersama menghadapi ancaman terhadap tatanan ekonomi global.
- Seruan itu disampaikan saat membuka Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
- Rubio mengingatkan bahwa rangkaian krisis ekonomi dan geopolitik yang saling berkaitan mengancam pasokan energi dan pangan dunia, perdagangan internasional, rantai pasok, serta kebebasan navigasi.
- Sesi pleno pembuka difokuskan pada kebebasan navigasi dan ketahanan pangan, yang dinilai sebagai fondasi keamanan ekonomi.
- Pertemuan tersebut juga diwarnai ketegangan terkait kehadiran Menteri Luar Negeri Rusia, hingga agenda sesi foto bersama dibatalkan, sementara diskusi tetap dilanjutkan.
- Pertemuan ini menjadi persiapan menjelang pertemuan puncak para pemimpin G20 di Miami pada 14 hingga 16 Desember mendatang.


