Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis, yang disingkat MBG, berkaitan dengan meningkatnya kehadiran anak ke sekolah. Penjelasan ini disampaikan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sebagai gambaran tentang dampak program tersebut di luar tujuan utamanya, yakni pemenuhan gizi anak.
MBG adalah program pemerintah yang menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi anak sekolah. Tujuan utamanya adalah memperbaiki asupan gizi anak, terutama di masa pertumbuhan, agar mereka tumbuh sehat dan mampu belajar dengan baik. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini juga menyentuh sisi lain dari kehidupan sekolah: kehadiran siswa.
Kaitan antara makanan gratis dan kehadiran siswa dapat dipahami dari sisi keluarga. Bagi sebagian keluarga, biaya makan anak di sekolah adalah beban harian yang nyata. Ketika makanan sudah disediakan di sekolah, salah satu alasan anak tidak berangkat, yakni karena tidak ada bekal atau uang jajan, menjadi berkurang. Anak pun memiliki alasan tambahan untuk datang ke sekolah setiap hari, karena di sana mereka tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan makanan bergizi.
Dari sisi anak, rasa lapar di jam sekolah sangat memengaruhi kemampuan belajar. Anak yang lapar sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan kurang bersemangat mengikuti pelajaran. Makanan bergizi di sekolah membantu anak menjalani jam belajar dengan kondisi tubuh yang lebih siap, sehingga kehadiran mereka di kelas menjadi lebih bermakna, bukan sekadar hadir secara fisik.
Kehadiran yang meningkat juga penting bagi guru dan sekolah. Proses belajar mengajar berjalan lebih efektif bila siswa hadir secara konsisten, karena guru tidak perlu mengulang materi terlalu sering dan dinamika kelas menjadi lebih stabil. Dalam jangka panjang, kehadiran yang terjaga berkaitan dengan capaian belajar yang lebih baik dan menurunnya angka putus sekolah.
Tentu saja, kaitan antara MBG dan kehadiran siswa tidak berdiri sendiri. Faktor lain, seperti jarak ke sekolah, kondisi keluarga, kualitas pengajaran, dan lingkungan sekolah yang aman, tetap memengaruhi keputusan anak untuk berangkat. MBG menjadi salah satu pendorong, bukan satu-satunya penentu, dan dampaknya akan berbeda-beda di setiap daerah tergantung pada kondisi setempat.
Karena itu, pernyataan Mendikdasmen ini sebaiknya dibaca sebagai gambaran awal tentang manfaat ganda program MBG: memenuhi gizi sekaligus mendorong kehadiran. Evaluasi yang berkelanjutan tetap diperlukan untuk memastikan makanan yang disajikan benar-benar bergizi, distribusinya tepat sasaran, dan manfaat kehadiran ini dirasakan secara merata oleh anak-anak di berbagai daerah.
Apa poin penting dari berita ini?
- Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan program Makan Bergizi Gratis berkaitan dengan meningkatnya kehadiran anak ke sekolah.
- MBG menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah dengan tujuan utama memperbaiki asupan gizi.
- Makanan gratis di sekolah mengurangi salah satu alasan anak tidak berangkat dan membantu anak belajar dengan kondisi tubuh yang lebih siap.
- Kehadiran yang meningkat membantu proses belajar mengajar berjalan lebih efektif dan stabil.


