LOS ANGELES — Bos DC Studios, James Gunn, menegaskan pendiriannya soal cara membangun DC Universe (DCU). Menurutnya, setiap film dan serial DC harus bisa dinikmati sebagai kisah yang berdiri sendiri, tanpa penonton merasa wajib mengikuti seluruh semesta itu dari awal hingga akhir.
Gunn menyampaikan hal tersebut dalam menanggapi pendapat netizen bahwa dirinya tidak harus selalu membangun fondasi untuk satu semesta yang saling terhubung sepenuhnya. Pernyataan itu ia tulis di Threads pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
“Saya sangat setuju,” kata Gunn. “DCU hanyalah sebuah semesta alternatif. Kita bisa masuk dari titik mana pun atau waktu kapan pun untuk menceritakan kisah tersebut.”
“Saya kurang sependapat dengan anggapan bahwa kisah individual tidak bermakna kecuali jika berujung pada sesuatu yang lain,” lanjutnya.
Untuk menjelaskan maksudnya, Gunn menunjuk Star Wars sebagai contoh. “Aneh rasanya jika ada orang yang tidak memahami hal ini, padahal Star Wars pada dasarnya telah melakukan pendekatan serupa selama 50 tahun melalui film, serial, gim, dan buku, meskipun memang tanpa variasi nada cerita yang beragam,” katanya.
Gunn menegaskan pendekatan ini bukan berarti tidak ada keterhubungan sama sekali. Ia mencontohkan saga Superman yang dimulai dari film Superman lalu berlanjut ke Man of Tomorrow, serta memuat banyak karakter yang telah diperkenalkan dalam kisah-kisah lain.
“Namun, bukan berarti kisah-kisah lain tersebut hanya ada untuk menjadi pengantar bagi apa yang terjadi di sana,” kata salah satu bos DC Studios tersebut.
Prinsip itu juga ia terapkan pada Clayface. “Saya ingin penonton menikmati Clayface karena film itu sendiri merupakan film horor yang hebat dan menghibur, bukan karena memikirkan di film mana lagi karakter Clayface akan muncul tiga film mendatang,” pungkasnya.
James Gunn juga sebelumnya membalas kritikan pedas yang mempertanyakan keputusan menggarap Clayface jelang penayangan film itu di bioskop. Clayface dinilai sebagai karakter yang lebih niche ketimbang figur utama DC, seperti Superman atau Supergirl.
Gunn menegaskan bahwa industri perfilman Hollywood tidak melulu berpatokan pada keinginan atau jajak pendapat publik mengenai karakter yang ingin mereka tonton di layar lebar.
“Siapa yang meminta Back to the Future? Casablanca? There’s Something About Mary? Pan’s Labyrinth? Fury Road? Weapons? The Matrix?” tulis Gunn merespons komentar yang kini telah dihapus.
“Meski kelihatannya demikian, Hollywood bukan tempat di mana satu-satunya cara membuat film adalah lewat pemungutan suara publik tentang kekayaan intelektual apa yang ingin mereka tonton, yang sudah pernah mereka tonton berkali-kali sebelumnya,” lanjutnya.
Gunn menerangkan bahwa proyek Clayface murni lahir dari ide dan inspirasi para kreatornya. Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan soal karakter-karakter DC yang kurang populer: bagi Gunn, kualitas kisah individual lebih penting daripada sekadar mengikuti hasil jajak pendapat atau membangun jembatan menuju film berikutnya.
Apa poin penting dari berita ini?
- James Gunn menegaskan setiap film dan serial DCU harus bisa dinikmati sebagai kisah individual, tanpa penonton wajib mengikuti seluruh semesta.
- Ia menyampaikan pandangan itu di Threads pada Sabtu, 24 Oktober 2026, dengan menyebut DCU sebagai semesta alternatif yang bisa dimasuki dari titik mana pun.
- Gunn mencontohkan Star Wars yang memakai pendekatan serupa selama 50 tahun lewat film, serial, gim, dan buku.
- Keterhubungan tetap ada, misalnya saga Superman yang berlanjut ke Man of Tomorrow, tetapi kisah lain bukan sekadar pengantar.
- Ia juga membela Clayface sebagai film horor yang harus dinikmati karena kualitasnya sendiri, bukan karena kaitannya dengan film DC berikutnya.


