Solsgirth, sebuah permukiman di Manitoba, Kanada, kini dijuluki sebagai kota hantu. Julukan itu bukan karena kisah mistis, melainkan karena sepinya kehidupan di sana: pada 2021 tercatat hanya tiga keluarga yang masih tinggal di permukiman yang dahulu dikenal sebagai komunitas pertanian yang ramai tersebut.
Dahulu, Solsgirth memiliki semua penanda sebuah kota kecil yang hidup. Ada pertokoan, sekolah, stasiun kereta api, hingga dua gereja yang melayani warganya. Namun seiring berjalannya waktu, aktivitas masyarakat di sana semakin berkurang, dan satu per satu fasilitas serta penduduknya menghilang.
Salah satu dari tiga keluarga yang bertahan adalah keluarga Garry Workman. Workman kembali ke Solsgirth pada 1962, setelah ayahnya meninggal dunia. Ia mengenang kawasan itu sebagai tempat yang dahulu dipenuhi bisnis, rumah, dan penduduk yang saling mengenal.
Perubahan besar pada dunia pertanian menjadi salah satu penyebab sepinya Solsgirth. Ketika usaha pertanian berkembang menjadi semakin besar, warga makin sering bepergian ke kota-kota besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perlahan, alasan untuk tetap tinggal dan berbelanja di permukiman sendiri pun berkurang.
Solsgirth terletak di sepanjang Yellowhead Highway, di sebelah selatan Taman Nasional Riding Mountain. Kini, sejumlah rumah terbengkalai dan taman yang dipenuhi semak belukar menjadi pemandangan yang lazim di wilayah tersebut. Beberapa rumah bahkan masih menyimpan barang-barang peninggalan penghuninya, mulai dari televisi tua dan perlengkapan rumah tangga hingga tumpukan topi bisbol.
Fotografer Dave Conlon, yang mengabadikan bangunan-bangunan terbengkalai di Solsgirth, menggambarkan pergeseran itu dengan kalimat yang singkat: seluruh kota ini ikut berpindah mengikuti jalur kereta api. Permukiman tersebut awalnya berada sekitar 9,7 kilometer di sebelah utara lokasi sekarang dan dikenal dengan nama Toddburn. Kawasan itu kemudian berpindah setelah rute kereta api yang direncanakan berubah.
Di tengah kesunyian itu, dua gereja tua masih berdiri dan menyimpan jejak masa lalu Solsgirth. Gereja Anglikan St Stephen’s dibangun pada 1906. Di dalamnya, buku-buku keagamaan, Alkitab lama, dan bangku-bangku kayu masih tersimpan rapi. Gereja lainnya adalah Gereja Katolik Ukraina Holy Ghost, yang sebelumnya merupakan gedung sekolah yang ditutup pada 1958. Kubah khas gereja ini dibuat oleh Michael Swistun, seorang tukang kayu setempat yang pernah tampil bersama sirkus sebagai orang terkuat di dunia.
Kedua gereja tersebut menggelar ibadah terakhir pada 2002, dengan jarak waktu hanya empat bulan. Gereja St Stephen’s kemudian dijual kepada Prairie Mountain Regional Museum seharga satu dolar Kanada, atau sekitar Rp11 ribu. Namun, rencana pemindahan bangunannya tidak pernah terlaksana. Sementara itu, Gereja Holy Ghost dijual kepada pembeli swasta yang berencana mengubahnya menjadi rumah, dan catatan pemeriksaan pada 2016 menunjukkan bahwa perubahan fungsi tersebut belum selesai.
Kisah Solsgirth menunjukkan bagaimana sebuah komunitas bisa menyusut bukan karena satu peristiwa dramatis, melainkan karena perubahan yang berjalan pelan selama puluhan tahun: pertanian yang membesar, jalur kereta yang bergeser, dan warga yang perlahan memilih kota besar. Yang tersisa kini adalah bangunan-bangunan diam, barang-barang peninggalan, dan tiga keluarga yang masih bertahan di tempat yang dulu ramai.
Apa poin penting dari berita ini?
- Solsgirth di Manitoba, Kanada, kini dijuluki kota hantu karena sepinya kehidupan di sana.
- Pada 2021 tercatat hanya tiga keluarga yang masih tinggal di permukiman tersebut.
- Dahulu Solsgirth adalah komunitas pertanian yang ramai, dengan pertokoan, sekolah, stasiun kereta api, dan dua gereja.
- Perubahan dunia pertanian dan pergeseran jalur kereta api membuat warga perlahan pindah ke kota-kota besar.
- Dua gereja tua, St Stephen’s dan Holy Ghost, masih berdiri dan menggelar ibadah terakhir pada 2002.
- Gereja St Stephen’s dijual kepada museum seharga satu dolar Kanada, tetapi rencana pemindahannya tidak pernah terlaksana.


