Di media sosial beredar klaim tentang Pentagon yang disebut menggelontorkan 41 juta dolar Amerika Serikat untuk wafer ketamin bagi tentara. Sebagian unggahan menyajikannya seolah-olah obat itu sudah siap dipakai di medan perang. Pemeriksa fakta Snopes mengangkat pertanyaan itu, dan penelusuran atas dokumen kontrak serta pemberitaan yang ada menunjukkan bahwa bagian pertama klaim itu benar, tetapi bagian keduanya melompat terlalu jauh.
Yang benar adalah adanya kontrak pengembangan. Pada Februari 2026, Departemen Pertahanan Amerika Serikat memberikan kontrak senilai 40,95 juta dolar kepada perusahaan farmasi asal Singapura, iX Biopharma, untuk mengembangkan Wafermine, wafer ketamin yang larut di bawah lidah. Tujuannya adalah memberi pereda nyeri yang bekerja cepat bagi tentara yang terluka parah, tanpa perlu suntikan dan tanpa bergantung pada obat opioid.
Kontrak itu diberikan tanpa tender, melalui proses yang disebut sole-source, dengan alasan perusahaan tersebut memiliki kemampuan khusus. Dana itu dipakai untuk pengembangan, termasuk uji klinis tahap tiga, selama 36 bulan. Artinya, uang tersebut membiayai penelitian dan pengembangan, bukan pembelian obat jadi yang langsung dibagikan kepada pasukan.
Jalur penggunaannya pun masih panjang. Perusahaan itu menempuh jalur otorisasi penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Pada 15 Juli 2026, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menetapkan adanya keadaan darurat militer, dan pada 3 September 2026 Departemen Kesehatan Amerika Serikat mengeluarkan deklarasi penggunaan darurat. Namun deklarasi itu tidak menyebut nama obat tertentu dan bukan merupakan persetujuan atas Wafermine.
Proyek ini juga menghadapi kendala di sisi produksi. Kontrak mensyaratkan pembuatan di Amerika Serikat, dan mitra manufaktur perusahaan itu, Orion Specialty Labs di Nevada, dilaporkan belum memiliki izin negara bagian yang diperlukan untuk beroperasi, menurut penyelidikan Politico. Perusahaan itu diperkirakan baru akan mengajukan permohonan otorisasi darurat pada kuartal keempat 2026.
Di sisi lain, ketamin sendiri bukanlah obat baru bagi militer. Sebuah studi yang dimuat di BMJ Military Health mencatat penggunaan ketamin untuk pasien militer meningkat pada 2010 hingga 2019, sementara penggunaan opioid menurun. Wafer yang larut di bawah lidah dimaksudkan untuk memudahkan pemberian di medan perang, tempat pemasangan infus tidak selalu praktis.
Kesimpulannya, klaim bahwa Pentagon menginvestasikan sekitar 41 juta dolar untuk wafer ketamin dari perusahaan Singapura itu didukung dokumen kontrak. Tetapi klaim bahwa wafer itu sudah disetujui dan sudah dipakai tentara tidak terbukti. Yang ada saat ini adalah proyek pengembangan yang masih menunggu persetujuan regulator dan penyelesaian masalah perizinan pabriknya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Klaim yang beredar menyebut Pentagon menggelontorkan 41 juta dolar untuk wafer ketamin bagi tentara.
- Penelusuran pemeriksa fakta menemukan kontrak Februari 2026 senilai 40,95 juta dolar kepada iX Biopharma asal Singapura untuk mengembangkan Wafermine.
- Wafermine adalah wafer ketamin yang larut di bawah lidah dan dimaksudkan sebagai pereda nyeri non-opioid bagi tentara yang terluka.
- Dana itu membiayai pengembangan dan uji klinis tahap tiga, bukan pembelian obat jadi yang langsung dipakai pasukan.
- Wafermine belum mendapat persetujuan penuh, dan mitra manufakturnya dilaporkan belum memiliki izin Nevada yang diperlukan.


