Sunday, 1 November 2026
Lingkungan

Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, Penggunaan Air Perpipaan Meningkat

Ilustrasi kawasan permukiman padat di Jakarta, terkait penurunan muka tanah

Laju penurunan muka tanah di Jakarta dilaporkan mulai melambat seiring meningkatnya penggunaan air perpipaan oleh masyarakat. Perluasan akses air bersih tersebut dinilai turut mengurangi ketergantungan terhadap air tanah.

Penurunan muka tanah atau land subsidence merupakan persoalan lama yang dihadapi Jakarta. Salah satu penyebab utamanya adalah pengambilan air tanah secara berlebihan, terutama di kawasan yang belum terjangkau jaringan air perpipaan. Ketika air tanah disedot terus-menerus, lapisan tanah di bawah permukaan memadat dan permukaan tanah pun turun.

Dampak penurunan muka tanah terasa dalam berbagai bentuk. Kawasan yang turun menjadi lebih rentan terhadap banjir, terutama saat hujan deras dan air laut pasang. Infrastruktur seperti jalan, saluran air, dan bangunan juga dapat mengalami kerusakan ketika tanah di bawahnya bergerak.

Meningkatnya penggunaan air perpipaan menjadi kabar baik karena menunjukkan semakin banyak warga yang beralih dari sumur bor ke jaringan resmi. Peralihan ini mengurangi tekanan terhadap akuifer di bawah Jakarta dan memberi kesempatan bagi lapisan tanah untuk pulih, meski prosesnya berlangsung lambat.

Perluasan jaringan air perpipaan membutuhkan investasi besar dan waktu yang tidak singkat. Jaringan harus menjangkau permukiman padat, kawasan pesisir, dan daerah yang selama ini mengandalkan air tanah. Karena itu, melambatnya laju penurunan muka tanah patut dipandang sebagai hasil dari upaya jangka panjang, bukan perubahan sesaat.

Meski laju penurunannya melambat, persoalan ini belum selesai. Jakarta tetap membutuhkan perluasan akses air bersih, pengendalian pengambilan air tanah, dan penataan kawasan pesisir agar penurunan muka tanah dapat ditekan lebih jauh dan risiko banjir dapat dikurangi.

Jakarta menghadapi risiko banjir dari dua arah, yaitu dari hujan dan luapan sungai serta dari laut saat pasang tinggi. Ketika permukaan tanah turun, kemampuan wilayah pesisir untuk menahan air laut ikut berkurang, sehingga genangan lebih mudah terjadi. Karena itu, pengendalian penurunan muka tanah berjalan beriringan dengan pembangunan tanggul, normalisasi sungai, dan perbaikan sistem drainase yang terus dilakukan di ibu kota.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Laju penurunan muka tanah di Jakarta dilaporkan mulai melambat.
  • Melambatnya penurunan muka tanah seiring meningkatnya penggunaan air perpipaan.
  • Pengambilan air tanah berlebihan menjadi salah satu penyebab utama penurunan muka tanah.
  • Penurunan muka tanah meningkatkan kerentanan terhadap banjir dan kerusakan infrastruktur.
  • Perluasan akses air bersih dan pengendalian air tanah tetap diperlukan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *