Sebanyak 73.379 peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 gelombang I pada jenjang SMA sederajat di Jawa Timur harus mengikuti tes ulang karena mengalami kendala teknis. Hal itu disampaikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada Sabtu, 31 Oktober 2026, menyusul gangguan yang terjadi pada pelaksanaan tes di awal pekan.
TKA tingkat SMA, SMK, SLB, dan sederajat di Jawa Timur berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Tes ini diikuti oleh 438.126 murid yang terdaftar, atau sekitar 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta, berdasarkan dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026. Pelaksanaan tes dilakukan secara daring di sekolah masing-masing, dengan jadwal yang disusun berdasarkan pembagian gelombang.
Kendala teknis terjadi pada hari kedua sesi pertama pelaksanaan TKA gelombang I, yakni pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kendala jaringan pada sistem secara nasional membuat sejumlah siswa terdampak dan tidak dapat menyelesaikan ujian dengan optimal. Lonjakan trafik membuat server pusat sempat mengalami gangguan, sehingga sejumlah siswa gagal masuk ke sistem, keluar secara otomatis, hingga tidak dapat menyelesaikan soal.
Menanggapi gangguan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan akan menggelar sesi khusus susulan bagi seluruh siswa yang terdampak. Sesi khusus ulang ini dijadwalkan pada Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB, dan difokuskan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris serta Asesmen Nasional (AN) Survei Lingkungan Belajar. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyatakan bahwa penjadwalan ulang ini disiapkan untuk menjamin hak seluruh peserta didik dalam mengikuti asesmen nasional secara adil.
Ketentuan pelaksanaan ujian ulang tercantum dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 22 Tahun 2026. Aturan ini mengatur pelaksanaan ulang TKA Bahasa Inggris dan AN Survei Lingkungan Belajar untuk satuan pendidikan yang mengikuti moda daring gelombang I hari kedua sesi pertama. Peserta yang mengalami gangguan dan belum menyelesaikan ujian dapat mengikuti sesi susulan, sementara siswa yang mengalami kendala tetapi yakin telah menyelesaikan salah satu atau kedua subtes secara sempurna diperbolehkan untuk tidak mengikuti ujian ulang. Sekolah yang belum dapat memfasilitasi ujian ulang pada 30 Oktober dapat mengikutkan siswanya pada jadwal susulan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan ujian ulang pada 30 Oktober 2026 mencakup total durasi 105 menit per sesi, termasuk waktu latihan, dengan rincian lima menit latihan, 75 menit untuk mata pelajaran wajib Bahasa Inggris, dan 25 menit untuk Survei Lingkungan Belajar. Pengawasan ujian tetap menerapkan sistem pengawas ruang silang, sedangkan biaya pelaksanaan dapat bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan dan belanja daerah, dan atau dana bantuan operasional satuan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan.
Sebelum pelaksanaan TKA dimulai, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dinas pendidikan kabupaten dan kota, cabang dinas, serta kepala sekolah memastikan persiapan teknis dan administratif. Perangkat komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang tes, proktor, dan teknisi harus siap sebelum ujian berlangsung. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan PT PLN dan PT Telkom Indonesia wilayah Jawa Timur untuk mengantisipasi masalah listrik maupun konektivitas selama TKA, termasuk meminta penundaan pemeliharaan jaringan yang berpotensi mengganggu pasokan listrik atau konektivitas selama jam pelaksanaan.
Gangguan teknis pada pelaksanaan TKA ini juga menyoroti ketimpangan fasilitas antara sekolah di wilayah perkotaan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang masih terkendala keterbatasan gawai, kestabilan internet, serta pasokan listrik. Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong evaluasi menyeluruh, termasuk penguatan mitigasi keamanan sistem dan pengawasan di lapangan, serta perlindungan bagi siswa jujur agar tidak dirugikan akibat gangguan teknis maupun tindakan oknum. Bagi peserta, pesan terpentingnya adalah tidak perlu panik ketika menghadapi kendala: petugas sekolah telah disiapkan untuk melakukan penanganan, dan jalur penjadwalan ulang tersedia agar hak setiap peserta untuk mengikuti asesmen tetap terjamin.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sebanyak 73.379 peserta TKA SMA sederajat di Jawa Timur harus mengikuti tes ulang karena kendala teknis.
- TKA 2026 gelombang I di Jawa Timur diikuti 438.126 murid dan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
- Kendala jaringan terjadi pada hari kedua sesi pertama, Selasa, 27 Oktober 2026, dan membuat sejumlah siswa gagal menyelesaikan ujian.
- Kemendikdasmen menggelar sesi khusus ulang pada Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB.
- Sesi ulang difokuskan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Asesmen Nasional Survei Lingkungan Belajar.
- Ketentuan ujian ulang tercantum dalam Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 22 Tahun 2026.


