Saturday, 31 October 2026
Nasional

Jepang Desak Rusia Segera Bebaskan Jurnalis yang Ditahan di Sakhalin

Dua delegasi duduk berhadapan di meja pertemuan dengan latar tulisan G20 Atlanta 2026

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mendesak Rusia segera membebaskan seorang jurnalis Jepang yang ditahan di wilayah Sakhalin atas dugaan spionase. Desakan itu disampaikan Motegi saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di sela pertemuan menteri luar negeri G20 di Atlanta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat, pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan formal pertama antara menteri luar negeri kedua negara dalam sekitar lima tahun. Pertemuan langka di tingkat tinggi ini berlangsung di tengah hubungan bilateral yang tegang, memburuk setelah Jepang bersama negara-negara G7 lainnya menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas perang di Ukraina, serta sengketa wilayah yang sudah berlangsung lama atas Kepulauan Kuril, yang dikenal di Jepang sebagai Teritori Utara. Kedua negara bahkan belum menandatangani traktat perdamaian resmi Perang Dunia II karena sengketa wilayah tersebut.

Menurut pernyataan Kedutaan Besar Jepang di Washington, Motegi menyampaikan demarche dan argumen mengenai berbagai persoalan terkini antara Jepang dan Rusia. Terkait penahanan seorang warga negara Jepang di Oblast Sakhalin, Motegi dengan tegas menuntut pembebasan segera. Jurnalis yang dimaksud adalah wartawan surat kabar Hokkaido Shimbun yang berbasis di Sapporo, yang ditahan oleh dinas keamanan federal Rusia (FSB) pada 13 Oktober 2026.

FSB menuduh wartawan tersebut mengumpulkan dan menyimpan informasi mengenai kemampuan pertahanan Rusia untuk kepentingan intelijen Jepang, dan telah membuka perkara pidana terhadapnya. Pengadilan kemudian memerintahkan penahanan wartawan itu selama penyidikan berlangsung. Kunjungan konsuler oleh pejabat Kedutaan Besar Jepang di Moskow sendiri baru diberikan pada Senin berikutnya, setelah sempat tertunda melewati tenggat empat hari yang diatur dalam perjanjian bilateral mengenai hak akses konsuler.

Dalam pertemuan di Atlanta itu, Motegi juga dengan tegas meminta Rusia mengambil langkah positif menuju perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa pertemuan singkat tersebut digelar atas permintaan Jepang, dan Lavrov menekankan bahwa Jepang perlu meninggalkan apa yang disebut Moskow sebagai kebijakan “tidak bersahabat” apabila dialog bilateral secara penuh hendak dilanjutkan.

Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Motegi dan Lavrov sepakat untuk terus berkomunikasi satu sama lain meskipun hubungan kedua negara sedang tegang. Desakan pembebasan segera ini menjadi sorotan terbaru dalam rangkaian ketegangan yang dipicu penahanan wartawan tersebut, yang oleh Moskow dipandang sebagai persoalan keamanan, sementara Tokyo memandangnya sebagai persoalan perlindungan warga negara dan kebebasan pers yang harus diselesaikan melalui jalur diplomatik.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di sela pertemuan G20 di Atlanta pada Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Motegi menuntut pembebasan segera seorang wartawan Hokkaido Shimbun yang ditahan di Sakhalin atas dugaan spionase.
  • Wartawan tersebut ditahan FSB pada 13 Oktober 2026 dengan tuduhan mengumpulkan informasi kemampuan pertahanan Rusia, dan pengadilan memerintahkan penahanannya selama penyidikan.
  • Kunjungan konsuler oleh pejabat Kedutaan Besar Jepang di Moskow baru diberikan pada Senin berikutnya setelah sempat tertunda.
  • Pertemuan ini merupakan pertemuan formal pertama menteri luar negeri kedua negara dalam sekitar lima tahun, di tengah hubungan yang tegang akibat sanksi atas perang Ukraina dan sengketa Kepulauan Kuril.
  • Motegi juga meminta Rusia mengambil langkah menuju perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina, sementara Lavrov menyatakan Jepang perlu meninggalkan kebijakan yang disebut Moskow “tidak bersahabat”.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *