Sunday, 1 November 2026
Nasional

Jusuf Kalla di Harvard: Kepemimpinan di Tengah Ketidakpastian dan Pelajaran dari Pengalaman

Foto lawas para pemuda duduk di meja panjang dalam Kongres Pemuda II 1928

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), memberikan kuliah bertajuk “Leadership Amidst Uncertainty: Lessons from Experience” atau “Kepemimpinan di Tengah Ketidakpastian: Pelajaran dari Pengalaman” di Belfer Case Study Room, CGIS South, Harvard University, Cambridge, Massachusetts, pada Kamis, 22 Oktober 2026, siang waktu setempat. Kuliah tersebut dihadiri mahasiswa Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston University, serta sejumlah perguruan tinggi lain di kawasan New England, Amerika Serikat.

Dalam kuliah itu, JK mengingatkan bahwa tekanan terhadap perekonomian Indonesia tidak dapat dilepaskan dari situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia menyebut empat tekanan yang perlu diantisipasi secara serius, yakni perang di berbagai kawasan, ancaman bencana alam, korupsi, serta kebijakan belanja negara.

“Ketidakpastian dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh perang di berbagai kawasan. Konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, berdampak terhadap perekonomian dunia. Indonesia juga tidak bisa menghindari dampak dari situasi tersebut,” ujar JK.

Menurut JK, dinamika geopolitik tidak hanya menentukan arah hubungan antarnegara, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Karena itu, pemimpin perlu memiliki kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan, dan mengantisipasi dampak krisis yang meluas melampaui batas negara. Di bidang fiskal, ia mengingatkan pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan belanja dan memastikan setiap pengeluaran sesuai dengan kapasitas fiskal, sebab pengeluaran yang tidak terukur dan ketergantungan berlebihan pada utang berisiko menambah beban keuangan negara pada masa mendatang.

“Belanja negara harus disusun berdasarkan skala prioritas dan kemampuan keuangan. Jangan sampai pengeluaran terlalu besar, sementara kemampuan membayar terbatas. Utang hari ini pada akhirnya menjadi tanggungan generasi mendatang,” tegas JK.

Kuliah di Harvard itu merupakan bagian dari rangkaian agenda akademik JK di Amerika Serikat. Sebelumnya, JK menghabiskan sekitar dua pekan di Northern Illinois University (NIU), DeKalb, Illinois, melalui program Vice President Kalla Lecture Series. Di NIU, JK membahas berbagai isu strategis, mulai dari otonomi daerah dan dinamika politik Indonesia, pengalaman penyelesaian konflik di sejumlah kawasan, hingga tantangan transisi energi hijau. Dari NIU, JK melanjutkan agenda akademiknya ke Harvard untuk berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan di tengah ketidakpastian global, dan rangkaian kunjungan tersebut dijadwalkan berlanjut pada Jumat, 23 Oktober 2026, di MacMillan Center, Yale University, New Haven, Connecticut, dengan topik “Conflict Resolution and Peacebuilding”.

Kuliah itu berlangsung hanya beberapa hari menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, sehingga menjadi bahan kontemplasi tentang semangat persatuan yang diikrarkan para pemuda pada 1928. Pada 27–28 Oktober 1928, Kongres Pemuda II di Batavia melahirkan ikrar Sumpah Pemuda: bertumpah darah satu, tanah air Indonesia; berbangsa satu, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Semangat itulah yang, dalam kontemplasi atas kuliah JK, kembali relevan ketika bangsa menghadapi ketidakpastian global: persatuan dan kepemimpinan yang mampu membaca zaman menjadi bekal untuk melewati krisis.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Jusuf Kalla memberikan kuliah “Leadership Amidst Uncertainty: Lessons from Experience” di Harvard University, Cambridge, Massachusetts, pada Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Kuliah itu dihadiri mahasiswa Harvard University, MIT, Boston University, serta sejumlah perguruan tinggi lain di kawasan New England.
  • JK menyebut empat tekanan ekonomi yang perlu diantisipasi: perang di berbagai kawasan, ancaman bencana alam, korupsi, dan kebijakan belanja negara.
  • JK mengingatkan bahwa konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah berdampak terhadap perekonomian dunia, dan Indonesia tidak bisa menghindari dampaknya.
  • JK menegaskan belanja negara harus disusun berdasarkan skala prioritas dan kemampuan keuangan, sebab utang hari ini menjadi tanggungan generasi mendatang.
  • Sebelum ke Harvard, JK menghabiskan sekitar dua pekan di Northern Illinois University, dan kunjungannya berlanjut ke Yale University pada 23 Oktober 2026 dengan topik resolusi konflik dan pembangunan perdamaian.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *