Sutradara Hanung Bramantyo memberi penjelasan menyusul perbincangan yang muncul setelah teaser film Oki & Nirmala viral di media sosial. Teaser yang mulai diputar di bioskop pada 22 Oktober 2026, sebelum penayangan film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, menampilkan Tissa Biani sebagai peri Nirmala, dan sebagian penonton menganggap penampilannya mirip Glinda, penyihir baik dari The Wizard of Oz dan Wicked. Dalam unggahan di Instagram pada 27 Oktober 2026, Hanung menjawab pertanyaan publik tentang kemiripan visual itu serta memaparkan sejarah dan konsep adaptasi yang dipakai tim produksi.
Menurut Hanung, sosok Oki dan Nirmala bukanlah penciptaan baru dari nol. Karakter itu berakar dari halaman majalah Bobo edisi Belanda pada 1969 berjudul Pukkie en Wanda in sprookjesland, yang kemudian diadaptasi ke versi Indonesia dengan nama Oki-Nirmala. Cerita bergambar itu pertama kali terbit di Indonesia pada 14 April 1973, dan selama lebih dari 50 tahun menemani masa kecil anak-anak Indonesia lewat rubrik Kisah Negeri Dongeng di majalah Bobo. Oki dikenal sebagai kurcaci berbaju hijau yang jenaka, sementara Nirmala adalah peri baik hati pemilik tongkat ajaib.
Soal kemiripan kostum, Hanung mengakui ada persamaan warna antara gaun Wanda atau Nirmala dengan pakaian Glinda, figur penyihir baik yang populer sejak novel karya L. Frank Baum terbit pada 1900 dan makin melekat lewat film klasik tahun 1939 produksi Metro-Goldwyn-Mayer. Menurut Hanung, pengaruh visual Glinda sudah lama tertanam dalam ingatan banyak generasi, sehingga wajar bila penonton memunculkan asosiasi serupa saat melihat gaun merah muda Nirmala. Ia juga menyinggung bagaimana karakter Glinda kemudian diolah lagi oleh penulis Gregory Maguire menjadi tokoh dalam novel Wicked tahun 1995, dan menyatakan semangat reinterpretasi semacam itulah yang menjadi pegangan timnya.
Pendekatan yang dipilih Hanung disebutnya Revisionist Re-telling, yakni menceritakan kembali kisah atau karakter yang sudah dikenal melalui interpretasi baru. Dalam pendekatan ini, Wanda diubah menjadi Nirmala dengan memadukan unsur kostum bergaya Eropa dan motif Nusantara, sehingga tampil sebagai karakter lokal yang memiliki akar budaya sendiri. Proses penggarapan dan penyusunan kostum disebutnya sebagai upaya memberi identitas baru, bukan reproduksi persis dari sosok mancanegara. Ia menegaskan pendekatan itu bukan sekadar menjiplak, melainkan mengembangkan karakter dengan sentuhan berbeda agar sesuai dengan identitas lokal.
Film Oki & Nirmala disutradarai Hanung Bramantyo, yang juga menulis naskah bersama Utiuts, dan diproduksi Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment, dengan Andi Boediman, Robert Ronny, dan Pandu Birantoro sebagai produser. Selain Tissa Biani sebagai Nirmala, film ini dibintangi Azzamy Syauqi sebagai Oki, Titi Kamal sebagai Ratu Bidadari, Anjasmara sebagai Peri Putih, dan Dea Panendra sebagai Pipiyot, tokoh jahat yang kerap mengacaukan istana. Hanung menyebut teaser itu sebagai pintu kecil ke Negeri Dongeng, dunia fantasi yang selama puluhan tahun hanya hidup di halaman majalah.
Perbincangan seputar teaser ini juga sempat melebar ke tuduhan lain, bahwa teaser dibuat dengan kecerdasan buatan. Paragon Pictures menjawabnya pada 28 Oktober 2026 dengan video VFX breakdown berdurasi 35 detik, yang memperlihatkan rekaman mentah Tissa Biani di depan layar hijau, kamera RED 8K, serta istana yang dibangun sebagai model 3D sebelum diberi tekstur, cahaya, dan awan. Dua studio yang mengerjakan efeknya disebut sebagai Lumine Studio dan Lite VFX Production. Video itu hanya memperlihatkan beberapa shot, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa shot-shot tersebut dikerjakan dengan cara VFX biasa.
Film Oki & Nirmala dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2027, dengan tanggal rilis pastinya belum diumumkan. Teaser yang memancing perdebatan itu menandai langkah awal promosi, dan tim produksi menyatakan akan terus berbagi perkembangan menjelang peluncuran resmi tahun depan. Bagi penonton yang tumbuh bersama Bobo, film ini menjadi pertemuan pertama versi layar lebar dengan karakter masa kecil mereka, sekaligus ujian bagi pendekatan Revisionist Re-telling yang diusung Hanung.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sutradara Hanung Bramantyo memberi penjelasan setelah teaser film Oki & Nirmala viral di media sosial.
- Teaser yang diputar di bioskop sejak 22 Oktober 2026 menampilkan Tissa Biani sebagai peri Nirmala.
- Sebagian penonton menganggap penampilan Nirmala mirip Glinda dari The Wizard of Oz dan Wicked.
- Menurut Hanung, karakter Oki dan Nirmala berakar dari majalah Bobo edisi Belanda tahun 1969.
- Pendekatan yang dipilih Hanung disebut Revisionist Re-telling, memadukan kostum Eropa dan motif Nusantara.


