Kabupaten Sumedang menjadi sorotan dalam ajang Bandung Digital Safety Forum (BDSF) 2026 berkat penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting pada pemilihan kepala desa (Pilkades). Capaian itu mengantarkan Sumedang meraih penghargaan transformasi digital atas langkahnya mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi digital.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mendorong transformasi digital pemerintahan yang menjangkau hingga tingkat desa. Menurutnya, digitalisasi tidak boleh berhenti di kantor-kantor pemerintahan tingkat kabupaten saja, melainkan harus dirasakan langsung oleh warga di desa. Salah satu langkah nyata dari dorongan itu adalah penerapan pemungutan suara elektronik dalam Pilkades.
Dalam sistem e-voting, pemilih memberikan suaranya melalui perangkat elektronik, bukan lagi dengan mencoblos kertas suara seperti pada pemungutan suara konvensional. Suara yang masuk kemudian direkap secara elektronik, sehingga proses penghitungan dapat berjalan lebih tertib dan terdokumentasi dengan baik. Bagi pemerintah desa, sistem ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat dipakai untuk menyelenggarakan proses demokrasi di tingkat paling dekat dengan warga.
Penghargaan transformasi digital yang diterima Sumedang menjadi pengakuan atas konsistensi daerah itu membangun pelayanan publik berbasis teknologi. Apresiasi tersebut diberikan dalam forum BDSF 2026, sebuah ajang yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membahas tata kelola digital dan keamanan ruang digital. Dalam forum yang sama, Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut menyatakan dukungan dalam upaya memerangi kejahatan siber, sebuah persoalan yang semakin relevan seiring meluasnya layanan digital.
Langkah Sumedang ini penting karena menunjukkan bahwa transformasi digital pemerintahan daerah bukan sekadar jargon. Ketika pemilihan kepala desa yang melibatkan warga di banyak desa sudah bisa dijalankan secara elektronik, itu berarti infrastruktur, perangkat, dan kesiapan sumber daya manusia di tingkat desa sudah mulai terbangun. Pengalaman semacam ini juga menjadi modal bagi daerah lain yang ingin membawa digitalisasi hingga ke pelosok.
Ke depan, tantangan yang menyertai digitalisasi pemerintahan desa antara lain memastikan seluruh warga, termasuk mereka yang belum terbiasa dengan perangkat elektronik, tetap dapat berpartisipasi dengan nyaman. Pendampingan kepada warga dan petugas di lapangan menjadi kunci agar teknologi benar-benar mempermudah, bukan justru menjadi penghalang. Capaian Sumedang di BDSF 2026 setidaknya memberi gambaran bahwa jalan ke arah itu sudah mulai ditempuh dengan langkah yang konkret.
Apa poin penting dari berita ini?
- Kabupaten Sumedang menjadi sorotan dalam ajang Bandung Digital Safety Forum (BDSF) 2026 berkat penerapan e-voting pada pemilihan kepala desa.
- Sumedang meraih penghargaan transformasi digital atas langkahnya mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi digital.
- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mendorong transformasi digital pemerintahan yang menjangkau hingga tingkat desa.
- Salah satu langkah nyata dari dorongan itu adalah penerapan pemungutan suara elektronik dalam Pilkades.
- Dalam forum yang sama, Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut menyatakan dukungan dalam upaya memerangi kejahatan siber.


