Donny Damara akhirnya menjajal genre horor untuk pertama kalinya lewat film Dendam Arwah Penari. Dalam film tersebut, aktor senior itu memerankan Nadir, tokoh yang ia gambarkan sebagai sosok jahil dan dalang di balik berbagai keburukan.
Donny menyampaikan hal itu saat ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia mengaku tertarik menerima tawaran tersebut karena ingin merasakan pengalaman bermain di genre horor, sesuatu yang belum pernah ia jalani sepanjang karier aktingnya.
Keputusan itu, menurut Donny, berangkat dari keinginan sederhana: menambah pengalaman keaktoran. Ia ingin tahu secara langsung seperti apa rasanya bermain dalam film horor, mulai dari membangun ketegangan hingga menjaga emosi karakter di tengah suasana yang mencekam. Bagi aktor yang sudah lama berkarya, tantangan semacam itu justru menjadi penyegar.
Dendam Arwah Penari sendiri dijadwalkan tayang pada 15 Oktober 2026. Film ini memadukan unsur drama dan ketegangan, sehingga teror yang dihadirkan tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari persoalan keluarga dan masa lalu yang belum terselesaikan. Donny menilai setiap film seharusnya membawa sesuatu yang bisa dipulangkan penonton, baik berupa hiburan, informasi, edukasi, maupun hikmah dari ceritanya.
Kisahnya berawal dari kebangkrutan usaha Pak Kusuma, yang membuat Harum bersama keluarganya harus pindah ke rumah tua peninggalan keluarga. Harum diperankan oleh Denira Wiraguna. Di rumah itu, Harum menemukan selendang misterius yang menyimpan dendam seorang penari dari masa lalu. Sejak penemuan itu, berbagai kejadian mengerikan mulai menghantui keluarga tersebut dan mengubah suasana rumah menjadi penuh teror.
Selendang sebagai benda peninggalan menjadi pusat cerita yang menarik. Dalam banyak kisah horor Indonesia, benda pusaka atau peninggalan sering menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, antara dendam yang belum tuntas dan orang-orang yang tanpa sengaja terseret ke dalamnya. Harum dan keluarganya pun harus menghadapi konsekuensi dari sesuatu yang awalnya tampak seperti penemuan biasa di rumah tua.
Selain Donny Damara dan Denira Wiraguna, film ini juga dibintangi Giselma Firmansyah, Roby Tremonti, dan sejumlah pemain lainnya. Kehadiran para pemain dengan latar berbeda diharapkan membuat dinamika keluarga dalam cerita terasa hidup, sehingga ketegangan tidak hanya datang dari kemunculan sosok gaib, tetapi juga dari hubungan antar tokoh yang sedang berada di titik sulit.
Bagi Donny, bermain sebagai Nadir juga menjadi kesempatan untuk keluar dari zona nyaman. Tokoh yang jahil dan menjadi dalang keburukan menuntut cara bermain yang berbeda dari peran-peran drama yang selama ini lekat dengannya. Ia harus menemukan sisi gelap karakter tersebut tanpa membuatnya terasa datar, agar penonton bisa merasakan ancaman yang dibawa Nadir sepanjang cerita.
Debut horor di usia karier yang sudah matang menunjukkan bahwa eksplorasi genre tidak mengenal batas usia maupun pengalaman. Justru ketika seorang aktor berani mencoba hal baru, penonton mendapatkan kesempatan melihat sisi lain dari kemampuannya. Dendam Arwah Penari pun menjadi ajang pembuktian itu bagi Donny, sekaligus tontonan yang memadukan drama keluarga dengan teror yang perlahan menghantui.
Apa poin penting dari berita ini?
- Donny Damara debut di genre horor lewat film Dendam Arwah Penari sebagai Nadir.
- Nadir digambarkan Donny sebagai sosok jahil dan dalang di balik berbagai keburukan.
- Donny menerima peran itu karena ingin menambah pengalaman keaktoran di genre yang belum pernah ia jalani.
- Film yang tayang 15 Oktober 2026 itu memadukan drama dan ketegangan.
- Ceritanya berpusat pada Harum yang menemukan selendang misterius berisi dendam penari masa lalu di rumah tua keluarganya.


