Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut sudah mencapai 90 persen. Kabar tersebut beredar pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dan menjadi kabar baik di tengah upaya panjang memadamkan karhutla di berbagai daerah.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu bencana yang paling sulit ditangani. Api dapat menyebar dengan cepat di lahan kering, terutama saat musim kemarau, dan asapnya dapat mengganggu kesehatan warga hingga jarak yang jauh dari titik api. Karena itu, capaian 90 persen bukan sekadar angka, melainkan gambaran bahwa sebagian besar pekerjaan pemadaman dan pengendalian sudah berhasil dilakukan.
Penanganan karhutla umumnya dilakukan melalui beberapa tahap yang saling berkaitan. Tahap awal adalah pemadaman di darat oleh tim yang bergerak langsung ke titik api, dibantu dengan peralatan semprot dan pembuatan sekat bakar. Pada saat yang sama, pemantauan dari udara membantu petugas memetakan titik api yang masih aktif dan menentukan prioritas penanganan.
Setelah api padam, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tahap pendinginan dan patroli lanjutan diperlukan untuk memastikan api tidak menyala kembali dari bara yang tersisa di bawah permukaan tanah. Tahap inilah yang sering kali menentukan apakah suatu wilayah benar-benar aman, atau justru berisiko kembali terbakar ketika angin kencang dan cuaca kering datang.
Capaian 90 persen juga berarti masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan hingga tuntas. Sepuluh persen sisanya bisa menjadi tantangan tersendiri, sebab titik api yang tersisa kerap berada di lokasi yang sulit dijangkau atau membutuhkan penanganan khusus. Ketekunan pada tahap akhir ini justru sangat penting, agar capaian yang sudah diraih tidak hilang karena satu titik api yang terlewat.
Bagi warga Sulawesi Tengah, kabar ini memberi harapan akan udara yang lebih bersih dan aktivitas yang kembali normal. Asap karhutla selama ini bukan hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga menghambat transportasi, pendidikan, dan perekonomian warga. Setiap kemajuan dalam pemadaman berarti satu langkah lebih dekat menuju kondisi yang lebih aman dan sehat.
Ke depan, keberhasilan penanganan ini perlu diikuti dengan upaya pencegahan agar kebakaran serupa tidak mudah terulang. Pengawasan lahan, kesiapsiagaan masyarakat, serta penegakan aturan terhadap pembakaran lahan menjadi bagian penting dari pekerjaan jangka panjang. Jika pencegahan berjalan baik, capaian 90 persen ini dapat berlanjut menjadi wilayah yang benar-benar bebas dari ancaman karhutla.
Apa poin penting dari berita ini?
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah menyebut penanganan karhutla sudah mencapai 90 persen.
- Kebakaran hutan dan lahan sulit ditangani karena api cepat menyebar dan asapnya mengganggu kesehatan warga.
- Setelah api padam, tahap pendinginan dan patroli lanjutan diperlukan agar api tidak menyala kembali.
- Capaian ini perlu diikuti upaya pencegahan agar kebakaran serupa tidak mudah terulang.


