Saturday, 31 October 2026
Daerah

Posyandu Ternak Keliling Unair Periksa 1.000 Sapi Peternak di Prafi Manokwari

Tim Unair memeriksa sapi peternak melalui Posyandu Ternak Keliling di Prafi

Peternak sapi di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat, selama ini menghadapi keterbatasan layanan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin. Akibatnya, penyakit pada ternak dapat terlambat terdeteksi dan berdampak pada produktivitas. Untuk menjawab persoalan itu, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 Universitas Airlangga (Unair) menggagas Posyandu Ternak Keliling, yang diberitakan pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Posyandu Ternak Keliling bekerja dengan mendatangi langsung kandang peternak. Tenaga kesehatan hewan memeriksa ternak serta memberi pendampingan tentang kesehatan dan reproduksi ternak, pengobatan, dan pakan. Cara ini memangkas biaya yang harus dikeluarkan peternak untuk mengakses layanan, karena peternak tidak perlu lagi membawa ternaknya jauh-jauh ke tempat layanan.

Hasilnya cukup menggembirakan sekaligus menjadi peringatan. Sebanyak 1.000 ekor sapi di Prafi telah diperiksa, dan sekitar 150 sampai 250 ekor di antaranya membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Sebagian besar sapi ditemukan mengalami cacingan dan serangan parasit. Peternak bernama Siswanto dari SP3 mengaku posyandu keliling sangat membantunya memeriksa kesehatan sapi dan memperoleh obat cacing secara gratis.

Selain pemeriksaan, tim juga mencatat rekam medis ternak untuk memantau perkembangan dan kesehatannya dari waktu ke waktu. Pencatatan ini penting, karena kesehatan ternak bukan urusan sekali periksa, melainkan pemantauan berkelanjutan. Dengan rekam medis, peternak dan petugas dapat melihat riwayat penyakit, pengobatan yang sudah diberikan, dan kondisi ternak pada pemeriksaan berikutnya.

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada 17 Desember 2025 tentang percepatan pembangunan di Papua dan penguatan swasembada pangan hingga tingkat provinsi dan kabupaten. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi setempat, dalam Town Hall pada pelepasan Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta. Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong peserta bekerja dengan intensitas penuh selama penugasan empat bulan di kawasan transmigrasi, agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

Posyandu Ternak Keliling di Prafi menunjukkan bahwa pembangunan di Papua tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Layanan sederhana yang datang ke kandang peternak, obat cacing gratis, dan pendampingan yang berkelanjutan dapat langsung meningkatkan kesehatan ternak, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan peternak dan ketahanan pangan daerah. Model ini layak direplikasi di wilayah peternakan lain yang menghadapi keterbatasan layanan serupa.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Peternak sapi di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat, selama ini menghadapi keterbatasan layanan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin.
  • Tenaga kesehatan hewan memeriksa ternak serta memberi pendampingan tentang kesehatan dan reproduksi ternak, pengobatan, dan pakan.
  • Sebanyak 1.000 ekor sapi di Prafi telah diperiksa, dan sekitar 150 sampai 250 ekor di antaranya membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
  • Pencatatan ini penting, karena kesehatan ternak bukan urusan sekali periksa, melainkan pemantauan berkelanjutan.
  • Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi setempat, dalam Town Hall pada pelepasan Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *