Friday, 30 October 2026
Ekonomi

IHSG Tutup Pekan di Level 5.057, Sempat Sentuh 4.979

Pengunjung memotret layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, di zona merah. Indeks melemah 41,01 poin atau 0,80 persen hingga berakhir di posisi 5.057,05 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga melemah, meski tipis, yakni 0,05 persen ke posisi 515,01. Pelemahan pada akhir pekan ini melanjutkan tekanan yang sudah terasa sejak sehari sebelumnya.

Pada Kamis, 29 Oktober 2026, IHSG bahkan ditutup anjlok 184,25 poin atau 3,49 persen ke posisi 5.098,06. Pada hari yang sama, indeks LQ45 turun 24,19 poin atau 4,48 persen ke posisi 515,28.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam analisanya di Jakarta, Jumat, mencatat IHSG sempat melemah hingga menyentuh level 4.979 pada perdagangan Jumat. Indeks kemudian berbalik dan berhasil ditutup di atas level psikologis 5.000.

Aktivitas perdagangan pada Jumat tercatat cukup ramai. Frekuensi perdagangan mencapai 1,17 juta kali transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,48 miliar lembar senilai Rp11,42 triliun. Sebanyak 194 saham menguat, 552 saham melemah, dan 217 saham tidak mengalami perubahan harga.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang menguat, sedangkan sembilan sektor lainnya melemah. Sektor kesehatan naik 0,76 persen dan sektor keuangan menguat 0,15 persen.

Sebaliknya, sektor transportasi mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,13 persen, disusul sektor barang baku yang turun 2,84 persen dan sektor infrastruktur yang melemah 1,96 persen.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati keputusan Bank Sentral Jepang yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,25 persen pada pertemuan Oktober yang berlangsung Jumat, 30 Oktober 2026. Keputusan itu sesuai dengan perkiraan pasar, setelah bank sentral tersebut menaikkan suku bunga dua kali, masing-masing 25 basis poin, pada Juni dan September.

Pada pekan depan, investor akan mencermati pelaksanaan pemilu paruh waktu di Amerika Serikat pada 3 November. Dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi yang akan dirilis meliputi indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026, cadangan devisa, serta indeks harga rumah.

Secara teknikal, Phintraco memproyeksikan IHSG menguji level 4.900 hingga 5.000 pada pekan depan. Apabila mampu bertahan di atas level 5.000, indeks berpeluang bergerak mendatar dalam kisaran 5.000 hingga 5.200.

Proyeksi bergerak mendatar tersebut memberi gambaran mengenai sikap pelaku pasar yang cenderung menunggu. Selama indeks belum mampu bertahan kuat di atas level psikologis 5.000, sentimen pasar diperkirakan masih mudah berubah mengikuti rilis data ekonomi dan perkembangan dari luar negeri pada pekan depan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • IHSG ditutup melemah 41,01 poin atau 0,80 persen ke posisi 5.057,05 pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Indeks sempat melemah hingga level 4.979 sebelum berbalik dan ditutup di atas level psikologis 5.000.
  • Sebanyak 194 saham menguat, 552 saham melemah, dan 217 saham tidak berubah, dengan nilai transaksi Rp11,42 triliun.
  • Sektor kesehatan dan keuangan menguat, sedangkan transportasi, barang baku, dan infrastruktur melemah paling dalam.
  • Bank Sentral Jepang mempertahankan suku bunga di 1,25 persen, dan investor menanti pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *