Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau (Disnakertrans Kepri) menargetkan 90 persen peserta lulusan pelatihan vokasi terserap pasar kerja, sedangkan sisanya menjadi wirausaha atau membuka usaha sendiri. Target itu disampaikan Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, di Tanjungpinang pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Pelatihan vokasi menjadi jurus andalan pemerintah daerah untuk menurunkan pengangguran di Kepri. Data yang disampaikan menunjukkan pengangguran di Kepri mencapai 6,40 persen atau sekitar 75 ribu orang dari total 1,2 juta angkatan kerja, dengan dominasi di Kota Batam. Karena itu, pelatihan dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang nyata di daerah tersebut.
Jenis pelatihannya beragam. Di antaranya pelatihan welder atau pengelasan untuk merakit dan memperbaiki folding gate atau pintu lipat besi, seiring investasi industri galangan di Batam. Ada pula pelatihan pada sektor Welhome Pro Manufacturing (WPM) seperti barista, perhotelan, dan perias pengantin. Ragam ini menunjukkan pelatihan vokasi tidak hanya menyasar industri berat, tetapi juga sektor jasa yang sedang tumbuh.
Untuk memperkuat daya serap lulusan, peserta dibekali sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi yang diakui dunia kerja, sehingga lulusan tidak hanya mengantongi pengalaman pelatihan, tetapi juga pengakuan formal atas keterampilannya.
Hitung-hitungan targetnya konkret: bila dalam setahun ada 2.000 calon tenaga kerja yang mengikuti pelatihan vokasi, targetnya 1.800 orang terserap pasar kerja. Pemerintah daerah juga mendorong investasi ke semua kabupaten dan kota se-Kepri, agar lapangan kerja tidak hanya terpusat di Batam. Ke depan, investasi perusahaan besar asing di bidang pusat data dan kecerdasan buatan (AI) disebut mencapai ratusan triliun rupiah, sehingga kesiapan tenaga kerja lokal yang kompeten menjadi pekerjaan rumah yang harus disiapkan sejak sekarang.
Apa poin penting dari berita ini?
- Disnakertrans Kepri menargetkan 90 persen lulusan pelatihan vokasi terserap pasar kerja, sisanya menjadi wirausaha.
- Pengangguran di Kepri mencapai 6,40 persen atau sekitar 75 ribu orang dari 1,2 juta angkatan kerja, paling dominan di Kota Batam.
- Pelatihan disesuaikan kebutuhan dunia kerja, antara lain pengelasan, barista, perhotelan, dan perias pengantin.
- Lulusan dibekali sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti kompetensi.
- Bila 2.000 orang mengikuti pelatihan dalam setahun, targetnya 1.800 orang terserap pasar kerja.


