Saturday, 31 October 2026
Kesehatan

BGN Selidiki Dugaan Gangguan Kesehatan Pelajar SMPN 4 Banda Aceh Usai Santap MBG

Sejumlah siswa menyantap makanan bergizi gratis yang dibagikan di sekolah

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyelidiki dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah pelajar SMP Negeri 4 Banda Aceh setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 29 Oktober 2026. Para pelajar yang mengeluh sakit kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh untuk diperiksa dan diobservasi.

Menu yang disantap para siswa pada hari itu terdiri atas nasi, ikan tuna tumis Aceh, tempe orek, tumis labu siam, dan pisang. Tidak lama setelah makan, sejumlah siswa dilaporkan mengeluh mual dan sakit perut, bahkan ada yang merasakan gatal dan bengkak di sekitar mulut. Petugas medis di rumah sakit memastikan gejala yang muncul masih tergolong ringan dan tidak menunjukkan tanda gawat darurat.

Sebanyak 13 orang sempat dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Berdasarkan pembaruan BGN pada Kamis malam pukul 20.00 WIB, enam orang masih menjalani pemantauan di fasilitas kesehatan, yakni lima pelajar putri dan seorang guru, dan seluruhnya dinyatakan dalam kondisi baik. Sebagian pasien lainnya telah menjalani rawat jalan setelah mendapat penanganan awal di instalasi gawat darurat.

Koordinator BGN Wilayah Kota Banda Aceh, Muhammad Fahry, menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut. Sebagai langkah awal, dapur penyedia yang diduga berkaitan dengan kejadian itu, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dihentikan sementara operasionalnya. Penghentian ini dilakukan sesuai prosedur pemantauan dan pengawasan BGN agar proses penelusuran penyebab bisa berjalan tanpa gangguan.

Langkah berikutnya adalah pengujian laboratorium. Sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian telah diserahkan kepada Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diuji. Hasil pengujian itu diperkirakan baru tersedia pada pekan depan, dan BGN menegaskan belum akan menyimpulkan penyebab kejadian sebelum hasil resmi tersebut keluar. Seluruh dampak kejadian juga telah ditangani bersama Satuan Tugas MBG Kota Banda Aceh.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa program pemenuhan gizi untuk anak sekolah tidak hanya soal kecukupan menu, tetapi juga soal keamanan di setiap rantai prosesnya, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga pengiriman ke sekolah. Pengawasan yang berjalan baik seharusnya mampu mencegah makanan yang tidak layak sampai ke piring penerima manfaat.

Bagi sekolah, kejadian ini menegaskan pentingnya prosedur cepat saat ada siswa yang mengeluh sakit setelah makan: menghentikan pembagian, mengamankan sisa makanan dan kemasannya untuk keperluan laboratorium, serta memastikan siswa segera mendapat pertolongan medis. Sementara bagi penyelenggara, hasil uji laboratorium nanti akan menjadi dasar untuk menentukan apakah ada perbaikan tata kelola yang harus dilakukan di dapur penyedia maupun di jalur distribusinya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BGN menyelidiki dugaan gangguan kesehatan pelajar SMP Negeri 4 Banda Aceh usai menyantap MBG pada Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Sebanyak 13 orang sempat dibawa ke Rumah Sakit Kesdam, dan enam orang masih menjalani pemantauan pada Kamis malam dalam kondisi baik.
  • SPPG penyedia dihentikan sementara agar investigasi penyebab dapat berjalan menyeluruh.
  • Sampel makanan telah diserahkan ke BPOM dan hasil uji laboratorium diperkirakan keluar pada pekan depan.
  • Penyebab pasti belum disimpulkan sebelum hasil resmi pengujian tersedia.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *