Alya Nabila Zahiya, pelajar asal Lhokseumawe, terpilih sebagai Duta Pelajar Anti-Narkoba Tingkat Provinsi Aceh tahun 2026. Kabar terpilihnya Alya sebagai duta pelajar tersebut dilaporkan pada Jumat, 30 Oktober 2026, dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kota asalnya maupun bagi dunia pendidikan di Aceh.
Pemilihan Duta Pelajar Anti-Narkoba merupakan ajang yang bertujuan melahirkan figur pelajar yang dapat menjadi teladan sekaligus penggerak di lingkungan sebayanya. Duta yang terpilih tidak hanya dinilai dari penampilan atau kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga dari pemahaman dan komitmennya terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Karena itu, terpilihnya Alya di tingkat provinsi menunjukkan bahwa ia dinilai mampu mengemban peran tersebut dengan baik.
Peran duta pelajar anti-narkoba memiliki arti penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Remaja cenderung lebih mudah menerima pesan dari teman sebaya dibandingkan dari orang dewasa. Seorang duta pelajar dapat menyampaikan pesan tentang bahaya narkoba dengan bahasa yang dekat dengan dunia remaja, mengajak teman-temannya untuk menjalani gaya hidup sehat, serta menjadi tempat bertanya yang aman bagi pelajar lain yang ingin memahami risiko narkoba.
Ancaman narkoba terhadap generasi muda memang tidak dapat dipandang ringan. Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri, ketika pengaruh lingkungan dan pergaulan sangat kuat. Tanpa bekal pemahaman yang cukup, pelajar dapat terjerumus ke dalam pergaulan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga mengganggu prestasi belajar, hubungan dengan keluarga, dan masa depan pelajar itu sendiri.
Di sinilah peran duta pelajar menjadi jembatan antara upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah dan sekolah dengan kehidupan sehari-hari para pelajar. Melalui kegiatan sosialisasi, kampanye di sekolah, dan ajakan positif di media sosial, duta pelajar dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang menolak narkoba. Lingkungan yang suportif seperti ini membuat pelajar merasa tidak sendirian ketika memilih untuk berkata tidak terhadap narkoba.
Bagi Lhokseumawe, terpilihnya Alya sebagai Duta Pelajar Anti-Narkoba Tingkat Provinsi Aceh tahun 2026 juga membawa pesan positif. Prestasi ini menunjukkan bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing dan dipercaya untuk mengemban amanah di tingkat provinsi. Hal ini diharapkan dapat memotivasi pelajar lain di Lhokseumawe dan di seluruh Aceh untuk aktif dalam kegiatan positif dan berani menjadi teladan di lingkungannya masing-masing.
Ke depan, tugas Alya sebagai duta pelajar baru saja dimulai. Ia diharapkan dapat menjalankan perannya dengan konsisten, menyebarkan pesan anti-narkoba kepada sebanyak mungkin pelajar, dan menjadi contoh nyata bahwa generasi muda Aceh mampu berkontribusi dalam menjaga lingkungannya dari bahaya narkoba. Dengan duta pelajar yang aktif dan didukung oleh sekolah, keluarga, serta masyarakat, upaya pencegahan narkoba di kalangan pelajar Aceh diharapkan semakin kuat.
Apa poin penting dari berita ini?
- Alya Nabila Zahiya, pelajar asal Lhokseumawe, terpilih sebagai Duta Pelajar Anti-Narkoba Tingkat Provinsi Aceh tahun 2026.
- Duta pelajar anti-narkoba berperan sebagai teladan dan penggerak pencegahan narkoba di lingkungan sebaya.
- Remaja lebih mudah menerima pesan dari teman sebaya, sehingga duta pelajar dapat menyampaikan bahaya narkoba dengan bahasa yang dekat dengan dunia remaja.
- Penyalahgunaan narkoba mengancam kesehatan, prestasi belajar, hubungan keluarga, dan masa depan pelajar.
- Terpilihnya Alya diharapkan memotivasi pelajar lain di Aceh untuk aktif dalam kegiatan positif dan menjadi teladan di lingkungannya.


