Saturday, 31 October 2026
Nanggroe

Ayah Wa Lantik 10 Pejabat Eselon II Aceh Utara, Beri Waktu 100 Hari Buktikan Kinerja

Pejabat Eselon II Aceh Utara mengucapkan sumpah saat pelantikan

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayah Wa melantik dan mengambil sumpah 10 pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kepada para pejabat baru itu, Ayah Wa memberi waktu 100 hari untuk membuktikan kemampuan mereka.

Ayah Wa menegaskan bahwa jabatan bukanlah hadiah ataupun tempat untuk mencari kenyamanan. Jabatan, menurutnya, adalah amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja, integritas, dan hasil nyata. Ia bahkan mengingatkan bahwa dirinya tidak segan memanggil Sekretaris Daerah untuk mengulang proses uji kelayakan bila pejabat yang dilantik tidak menunjukkan kinerja.

Konsekuensinya disampaikan secara terbuka. Pejabat yang dalam 100 hari pertama tidak mampu memenuhi target dan ekspektasi kinerja, tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan, atau gagal memberikan hasil sesuai kebutuhan organisasi akan dievaluasi kelayakannya untuk tetap menduduki jabatan tersebut.

Para pejabat baru diminta bekerja cepat dan menghasilkan langkah konkret. Prioritas yang ditekankan antara lain mempercepat rehabilitasi dan pemulihan pascabencana banjir, meningkatkan pelayanan publik, serta mempercepat realisasi fisik maupun keuangan anggaran agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Mengingat waktu pelaksanaan tahun anggaran yang relatif singkat, penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Perubahan juga harus dioptimalkan.

Dalam arahannya, Ayah Wa meminta para pejabat segera melakukan konsolidasi organisasi, memetakan persoalan, menetapkan target prioritas, dan menunjukkan capaian yang terukur selama 100 hari pertama. Ia meminta mereka meninggalkan pola kerja yang lamban, ego sektoral, dan birokrasi yang hanya disibukkan rapat serta laporan administratif tanpa solusi. Pejabat diminta bergerak cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Adapun 10 pejabat yang dilantik beserta jabatan barunya adalah Samsul Bahri sebagai Kepala Dinas Kesehatan; M. Yunus sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah; Mansur sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan; Samsul Rizal sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah; Muhammad Saleh sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan; Fauzi Saputra sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah; Fatwa Maulana sebagai Kepala Dinas Perhubungan; Mirza Gunawan sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman; Siti Aisah sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan; dan Abdurrahman sebagai Direktur RSUD Cut Meutia Aceh Utara.

Sebagian dari mereka sebelumnya menjabat di posisi yang berdekatan dengan jabatan barunya, seperti Samsul Bahri yang sebelumnya Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, M. Yunus yang sebelumnya Kepala Bidang Pendidikan dan Sumber Daya Santri, serta Fatwa Maulana yang sebelumnya Sekretaris Dinas Perhubungan. Sebagian lain berasal dari jabatan berbeda, seperti Fauzi Saputra yang sebelumnya Camat Tanah Jambo Aye dan Abdurrahman yang sebelumnya Wakil Direktur Pengembangan SDM dan Informasi RSUD Cut Meutia.

Pelantikan ini menjadi penanda awal masa pembuktian bagi para pejabat baru tersebut. Seratus hari ke depan akan menjadi ukuran apakah mereka mampu memenuhi target, menunjukkan perbaikan, dan memberi hasil nyata bagi masyarakat Aceh Utara.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayah Wa melantik 10 pejabat Eselon II pada Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Pejabat baru diberi waktu 100 hari untuk membuktikan kemampuan; yang tidak memenuhi target dan tidak menunjukkan perbaikan signifikan akan dievaluasi kelayakannya.
  • Jabatan ditegaskan sebagai amanah yang harus dibuktikan lewat kinerja, integritas, dan hasil nyata, bukan hadiah atau tempat mencari kenyamanan.
  • Prioritas kerja meliputi percepatan rehabilitasi dan pemulihan pascabencana banjir, peningkatan pelayanan publik, serta percepatan realisasi anggaran termasuk APBK Perubahan.
  • Sepuluh pejabat yang dilantik menempati dinas kesehatan, pendidikan dayah, lingkungan hidup, pendapatan daerah, pertanian dan pangan, perhubungan, perumahan rakyat, kesekretariatan daerah, dan RSUD Cut Meutia.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *